Media Utama Terpercaya

12 Oktober 2026, 14:41
Search

1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla Termasuk di Banjarmasin, Kemenhub Ingatkan Hak Penumpang!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penerbangan disejumlah daerah terganggu akibat asap karhutla
Penerbangan disejumlah daerah terganggu akibat asap karhutla. [Foto: Antara]

Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Udara terus memantau penerbangan yang terdampak asap karhutla di sejumlah daerah. Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyebut kabut asap masih mengganggu jarak pandang di beberapa bandara, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan.

“Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat,” tegas Lukman dikutip dari CNBC, Senin (12/10).

Kemenhub mencatat 1.673 penerbangan domestik terdampak karhutla selama 11 Agustus–9 Oktober 2026. Rinciannya yakni 745 penerbangan terlambat, 907 dibatalkan atau ditunda, 15 dialihkan ke bandara lain, dan enam kembali ke bandara keberangkatan.

Pada periode yang sama, 14 penerbangan lainnya dibatalkan akibat faktor di luar karhutla seperti abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Dukono, angin kencang, serta perawatan pesawat.

Baca Juga: 12 Penerbangan di Syamsudin Noor Terganggu Kabut Asap Karhutla Banjarbaru

Adapun penerbangan yang terdampak Karhutla tersebut dioperasikan oleh 10 maskapai. Citilink Indonesia mencatat jumlah tertinggi dengan 478 penerbangan, diikuti NAM Air sebanyak 300 penerbangan, Wings Air sebanyak 227 penerbangan, dan Super Air Jet sebanyak 161 penerbangan. Selanjutnya, Surya Mataram mencatat 134 penerbangan, Batik Air 112 penerbangan, Garuda Indonesia 97 penerbangan, TransNusa 94 penerbangan, Lion Air 41 penerbangan, dan Sriwijaya Air 29 penerbangan.

Dari hasil tersebut, Wings Air mencatat pembatalan terbanyak dengan 226 penerbangan, disusul Super Air Jet 158 penerbangan dan Citilink 115 penerbangan. Sementara itu, keterlambatan terbanyak dialami Citilink sebanyak 357 penerbangan dan NAM Air 212 penerbangan.

Dampak karhutla paling terlihat terjadi di sejumlah bandara di Kalimantan, termasuk Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Bandara H. Asan Sampit, Bandara Rahadi Oesman Ketapang, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. 

Gangguan serupa juga terjadi di bandara wilayah Sumatera seperti Bandara Sultan Thaha Jambi dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, serta sejumlah bandara di Papua, termasuk Bandara Rendani Manokwari dan Bandara Douw Aturure Nabire.

Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk, DPRD Banjarmasin Minta Disdik Evaluasi Kegiatan Belajar

Lukman menegaskan maskapai wajib memenuhi hak penumpang terdampak keterlambatan atau pembatalan penerbangan, berupa kompensasi, penjadwalan ulang, atau pengembalian tiket penuh. Jika ada maskapai yang melanggar ketentuan tersebut, maka akan mendapat sanksi.

Masyarakat juga diimbau memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai dan bandara sebelum bepergian.

“Kondisi jarak pandang dapat berubah secara dinamis. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara,” tutur Lukman.

Ditjen Perhubungan Udara akan terus memantau dan mengevaluasi dampak karhutla serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan operasional penerbangan tetap aman, tertib, dan lancar.

(CNBC)

[post-views]
Selaras