Barabai, mu4.co.id – Anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan, Bambang Heri Purnama, turut turun tangan membantu pencarian tiket pesawat sebanyak 38 jemaah umrah pengguna jasa Syakira Tour agar kembali ke Indonesia, setelah sebelumnya terlantar di Jeddah, Arab Saudi.
Saat jadwal kepulangan, seluruh rombongan dipindahkan ke Jeddah untuk menunggu penerbangan pulang, tetapi hingga Jumat (31/07/2026) tiket kepulangan belum juga tersedia. “Sejak Senin 27 Juli kami sudah berada di Jeddah. Sampai hari ini sudah empat hari kami terlantar tanpa biaya dari pihak travel,” ujar Perwakilan jemaah, Muhammad Rifani, dikutip dari Radar Banjarmasin, Jumat (31/07/2026).
Diketahui, rombongan yang tertahan terdiri dari 28 jemaah asal Barabai yang mengambil paket umrah 12 hari dan 10 jemaah asal Tanjung dengan paket 16 hari. Karena kendala visa, kedua rombongan digabung menjadi satu paket perjalanan selama 12 hari. Sementara jemaah yang semula mengambil paket 16 hari dijanjikan mendapat pengembalian dana atas pengurangan masa perjalanan.
Rifani mengaku komunikasi dengan pihak travel kini semakin sulit. Bahkan, berdasarkan informasi dari agen yang ikut mendampingi rombongan, pihak travel disebut sudah tidak memiliki dana untuk menukarkan tiket kepulangan. “Kalau kami menghubungi pihak travel sudah tidak ada balasan lagi,” ujarnya.
Kondisi itu membuat para jemaah semakin khawatir. Selain biaya hidup yang hampir habis, mereka juga terancam kehilangan tempat menginap karena pembayaran hotel belum dilakukan. “Kami berpotensi diusir dari penginapan karena uang jemaah sudah hampir habis. Biaya swadaya juga sangat terbatas,” katanya.
Baca juga: Batal Umrah di Hari Keberangkatan, 41 Jemaah HST Tuntut Pengembalian Dana
Tidak hanya itu, para jemaah juga sempat mengalami penundaan keberangkatan berulang kali. Rifani mengatakan rombongannya merupakan kloter terakhir yang akhirnya diberangkatkan setelah beberapa kali mengalami penundaan sejak akhir Juni 2026.
Awalnya, keberangkatan dijadwalkan pada 21 Juni. Namun sekitar sepekan sebelumnya, jadwal diundur menjadi 27 Juni dengan alasan overbooking tiket. Penundaan kembali terjadi pada 2 Juli dan 8 Juli dengan alasan visa belum terbit akibat adanya regulasi baru. Selanjutnya, pada 10 Juli para jemaah diberangkatkan ke Jakarta untuk persiapan keberangkatan. Namun, mereka kembali harus menunggu karena tiket menuju Arab Saudi belum tersedia. Rombongan akhirnya baru diberangkatkan ke Tanah Suci pada 18 Juli.
“Visa sebenarnya sudah keluar pada 11 Juli, tetapi tiket berangkat belum ada. Kami akhirnya sekitar tujuh hingga delapan hari tertahan di Jakarta tanpa kepastian,” tambah Rifani.
Sebelumnya, para jemaah juga telah meminta bantuan kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta KJRI agar dapat difasilitasi untuk segera dipulangkan ke Indonesia, dan bantuan yang diterima berupa surat pemanggilan kepada pihak travel dan desakan agar segera memulangkan para jemaah.












