Jakarta, mu4.co.id – UNESCO resmi menetapkan 12 Global Geopark baru untuk tahun 2026, dari total tersebut, 5 lokasi berada di kawasan Asia, berdasarkan laporan Timeout, selasa (12/05/2026).
Kawasan-kawasan tersebut dipilih karena memiliki karakter geologi yang unik sekaligus menyimpan nilai budaya dan ekologi yang tinggi. UNESCO Global Geopark sendiri merupakan kawasan geografis yang memiliki situs dan lanskap dengan nilai geologi internasional yang dikelola melalui konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Berbeda dengan Situs Warisan Dunia UNESCO yang lebih fokus pada nilai budaya atau sejarah, geopark menitikberatkan pada warisan geologi serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaannya.
UNESCO menyebut hingga tahun 2026 jaringan Global Geopark kini mencakup 241 kawasan yang tersebar di 51 negara dengan total luas lebih dari 882.000 kilometer persegi.
Baca juga: Minimnya Agenda Pariwisata, Kunjungan Wisata Geopark Meratus Turun di Awal 2026
Berikut 5 Daftar Geopark baru yang berada di Asia, yaitu dua di China, satu di Jepang, dan dua di Malaysia.
1. Geopark Global UNESCO Changshan, Cina.
Geopark Changshan menawarkan lanskap pegunungan subtropis yang kaya akan keragaman geologi. Kawasan ini dikenal memiliki bentangan alam pegunungan yang terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun dan menjadi laboratorium alam penting bagi penelitian bumi.

2. Geopark Global UNESCO Gunung Siguniang, Tiongkok.
Kawasan tersebut terkenal dengan bentuk lahan glasial yang dramatis serta zona iklim vertikal yang berbeda-beda sesuai ketinggian. Lanskap pegunungan yang megah menjadikannya destinasi favorit bagi pendaki dan pecinta alam.

3. Dataran Tinggi Karst Tambang-Akiyoshidai UNESCO Global Geopark, Jepang.
Kawasan ini merupakan dataran karst terbesar di Jepang yang memiliki jaringan gua kapur luas dan formasi batuan unik hasil proses alam selama jutaan tahun. UNESCO menilai kawasan tersebut sebagai salah satu contoh bentang alam karst terbaik di Asia Timur.

4. Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia.
Lenggong UNESCO Global Geopark di negara bagian Perak terkenal karena nilai arkeologinya yang luar biasa. Kawasan ini mencakup Lembah Lenggong yang sebelumnya telah masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Di lokasi tersebut ditemukan berbagai artefak manusia purba, situs pemakaman kuno, hingga jejak aktivitas manusia yang berlangsung selama hampir dua juta tahun. Selain itu, wilayah ini juga menyimpan bukti aktivitas vulkanik purba dan dampak tumbukan meteorit yang terjadi sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.

5. Geopark Global UNESCO Delta Sarawak, Malaysia.
Kawasan ini memiliki ekosistem delta sungai yang luas, hutan bakau, gua, serta puluhan situs geologi yang mencerminkan sejarah terbentuknya Asia Tenggara. UNESCO menjelaskan bahwa wilayah ini berada di pertemuan dua massa daratan kuno yang terbentuk lebih dari 200 juta tahun lalu. Selain kaya akan warisan geologi, Sarawak Delta juga dikenal dengan keberagaman budaya masyarakat lokal serta kota Kuching yang berstatus UNESCO Creative City of Gastronomy.

Adapun daftar lengkap geopark baru yang resmi ditetapkan UNESCO untuk tahun 2026, diantaranya yaitu: Changshan (China) Mt. Siguniang (China) Terres d’Hérault (Prancis) Nisyros (Yunani) Joyce Country and Western Lakes (Irlandia) Mine-Akiyoshidai Karst Plateau (Jepang) Lenggong (Malaysia) Sarawak Delta (Malaysia) Algarvensis (Portugal) Toratau (Rusia) Dahar (Tunisia) Manantiales Serranos (Uruguay)
UNESCO menegaskan bahwa penetapan geopark bukan sekadar penghargaan terhadap keindahan alam. Program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sejarah bumi, konservasi lingkungan, serta pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.
(kompas.com)










![International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases [ISPPD] 2026](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260601-WA0005-300x169.jpg)




