Media Utama Terpercaya

17 Juli 2026, 13:33
Search

UGM Gandeng PDAM Sleman dan Stellarvision Kembangkan Deteksi Kebocoran Pipa melalui Satelit!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penandatanganan perjanjian uji coba antara PDAM Tirta Sembada Sleman, UGM, dan Stellarvision
Penandatanganan perjanjian uji coba antara PDAM Tirta Sembada Sleman, UGM, dan Stellarvision. [Foto: Suara Merdeka Kedu]

Sleman, mu4.co.id – PDAM Tirta Sembada Sleman ditunjuk sebagai pilot project pengembangan teknologi deteksi kebocoran pipa bawah tanah berbasis satelit melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan konsultan riset asal Korea, Stellarvision. 

Program yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian uji coba ini menjadi penerapan perdana teknologi tersebut di Indonesia sebagai bagian dari program unggulan UGM yang didukung Kemendikbudristek.

“Kami berterima kasih atas dukungan PDAM Sleman yang telah menunjukkan progres luar biasa bahkan kinerjanya diapresiasi oleh Stellarvision. Stellarvision juga sedang mengembangkan pekerjaan yang sama di beberapa negara, tetapi progres PDAM Sleman ini yang tercepat,” ungkap Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, Wirastuti Widyatmanti dikutip dari Suara Merdeka, Jum’at (17/7).

Baca Juga: Terobosan Medis Terdepan: RS Muhammadiyah Lamongan Jadi yang Pertama di Indonesia Hadirkan CT Scan 512 Slice GE Revolution Vibe

Setelah penandatanganan kerja sama, tim akan menjalankan riset dan simulasi kebocoran selama enam bulan menggunakan satelit radar Saocom asal Argentina, dengan pengamatan dilakukan saat satelit melintasi wilayah Sleman. 

PDAM Sleman juga dinilai mencatat progres tercepat dibanding proyek serupa yang dikembangkan Stellarvision di sejumlah negara.

“Satelit ini setiap hari melintas di berbagai belahan dunia. Nanti diatur saat lewat di atas kita, dilakukan identifikasi apakah kebocoran pipa bisa terekam oleh satelit itu atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga: Kabel Laut Batam-Jakarta Gunakan Teknologi Terbaru, Internet RI Diproyeksikan Lebih Cepat dan Stabil

UGM berharap teknologi deteksi kebocoran pipa berbasis satelit ini dapat diterapkan secara nasional, meski masih menghadapi tantangan biaya dan kondisi iklim tropis Indonesia. 

Sementara itu, PDAM Sleman menyambut baik kerja sama tersebut karena diharapkan mampu menekan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) yang masih mencapai 24,5 persen dengan mempermudah pendeteksian kebocoran pipa bawah tanah.

“Kami sangat senang dengan adanya MoU ini karena nantinya bisa ditelusuri sumber kebocoran yang sebelumnya sulit dicari. Penggunaan teknologi satelit memungkinkan untuk mempermudah prosesnya,” ujar Direktur Utama PDAM Sleman Bernadus Edy Nugroho.

(Suara Merdeka)

[post-views]
Selaras