Media Utama Terpercaya

4 Mei 2026, 23:06
Search

Tragedi Ustazah HN, Pemko Banjarbaru Beri Dukungan Moril dan Pendampingan untuk Keluarga

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pemko Banjarbaru Sambangi Keluarga Ustazah HN
Pemko Banjarbaru Sambangi Keluarga Ustazah HN [Foto: Media Center Banjarbaru]

Banjarbaru, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APMP2KB) menyambangi keluarga almarhumah Ustazah HN di kawasan Sungai Ulin, Senin (04/05/2026).

Kepala DP3APMP2KB Kota Banjarbaru, menekankan bahwa kunjungan ini merupakan Arah langsung dari Wali Kota Banjarbaru yang pada kesempatan tersebut berhalangan hadir secara langsung karena agenda kedinasan yang tidak dapat ditunda.

“Hari ini kita dari Pemerintah Kota Banjarbaru datang ke tempat keluarga almarhumah, sesuai dengan Arah Wali Kota. Beliau sebenarnya ingin sekali datang dan bertatap muka langsung dengan keluarga, tetapi terhalang kegiatan yang mendesak,” ungkapnya dikutip dari laman Media Center Banjarbaru, Senin (04/05/2026).

Dalam kesempatan itu pihaknya juga turut menyampaikan pesan Wali Kota mengenai dedikasi almarhumah sebagai sosok pendidik agama. Pemko Banjarbaru berkomitmen tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga siap memberikan dukungan moril maupun pendampingan melalui unit-unit terkait di bawah DP3APMP2KB jika keluarga memerlukan penguatan psikologis pasca-kejadian.

Pemko Banjarbaru Sambangi Keluarga Ustazah HN [Foto: Media Center Banjarbaru]

Baca juga: Kisah Pilu Mandala: Siswa Yatim Meninggal Usai Tahan Sakit karena Sepatu Kekecilan

Pihak keluarga almarhumah pun menyambut baik kedatangan perwakilan pemerintah dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan.

Diketahui sebelumnya, seorang ustadzah muda berinisial H (25) ditemukan tewas secara tragis di kawasan hutan Sungai Ulin, Banjarbaru, pada 29 April 2026 lalu.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga setelah tidak pulang dari aktivitasnya mengajar. Setelah pencarian, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka berat akibat kekerasan. Polisi kemudian mengungkap bahwa korban menjadi korban pembegalan yang berujung pembunuhan.

Dua pelaku berhasil ditangkap dalam waktu singkat. Adapun motif utama pembunuhan adalah ekonomi, yakni untuk menguasai harta korban. Aksi ini dilakukan secara terencana dan tergolong kejahatan berat. Kedua pelaku kini diamankan dan terancam hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup sesuai pasal pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.

[post-views]
Selaras