Jakarta, mu4.co.id – Operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan pada Kamis (17/9). Setelah berlangsung selama 10 hari, tim belum menemukan petunjuk terkait penumpang kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak sejak Senin (7/9).
“Dari semua yang kita evaluasi, di awal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga, tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed,” ungkap Kepala Basarnas Banten Al Amrad, dikutip dari CNN, Jum’at (18/9).
Pencarian yang melibatkan Basarnas Banten, Lampung, hingga Bengkulu selama 10 hari belum menemukan kapal Arupadhatu 1 maupun delapan penumpangnya. Polda Bengkulu juga membantu mengidentifikasi jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, tetapi hasil uji DNA belum keluar.
Baca Juga: Jenazah Pria Ditemukan di Tengah Pencarian Jurnalis Hilang, Ini Hasil Pemeriksaan Forensik!
Al Amrad mengatakan, operasi SAR dapat dibuka kembali jika ditemukan material kapal atau informasi baru terkait para penumpang.
Informasi mengenai kapal yang melintas di Selat Sunda juga terus disampaikan, sementara nelayan dan masyarakat diminta melapor jika mengetahui keberadaan Arupadhatu 1.
“Kami juga sudah menyampaikan e-brodcast, ke seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Termasuk pencarian ke pulau-pulau tersebut (sekitar Selat Sunda). Kami akan memperkuat lagi dengan e-brodcast, jika ada informasi atau temuan, tentu akan kami tindak lanjuti,” ucapnya.
(CNN)















