Media Berkemajuan

13 April 2024, 10:58

Tanggapi Resolusi DK PBB, Begini Reaksi Hamas dan Israel!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Reaksi Hamas dan Israel terkait Keputusan resolusi dari [Foto: Anadolu Anjasi]

Gaza, mu4.co.id – Keputusan resolusi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang memerintahkan gencatan senjata segera di Gaza menunjukkan reaksi yang berbeda dari dua kubu yang berperang di Gaza, yakni Hamas dan Israel.

Hamas dilaporkan menyambut baik diadopsinya resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan ‘gencatan senjata segera’ di Jalur Gaza selama dua minggu yang tersisa bulan suci Ramadan.

“Gerakan tersebut menekankan dalam sebuah pernyataan ‘kesiapannya untuk segera melakukan pertukaran tahanan di kedua belah pihak, dan menyerukan perlunya mencapai gencatan senjata permanen yang mencakup penarikan semua pasukan Israel dari Jalur Gaza yang terkepung dan kembalinya para pengungsi ke rumah mereka,” lapor kantor berita Khaberni, Senin (25/03/2024).

Selain itu, mereka menyebutkan bahwa gerakan tersebut menekankan perlunya kebebasan bergerak bagi warga Palestina dan masuknya bantuan kemanusiaan ke seluruh wilayah Jalur Gaza, termasuk alat berat untuk mengangkat puing-puing dan mengevakuasi jenazah korban yang terjebak di bawah reruntuhan rumah mereka selama ini.

Baca juga: Netanyahu Perintahkan Pasukannya Serbu Rafah. Sekjen PBB Bakal Meningkatkan Mimpi Buruk Kemanusiaan

Lebih lanjut Hamas menegaskan bahwa hak rakyat Palestina mendirikan negara merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, serta hak untuk kembali dan menentukan nasib sendiri sesuai dengan resolusi internasional dan hukum internasional.

Sebaliknya berbeda dengan Hamas, Israel dilaporkan marah-marah kepada Amerika Serikat (AS) lantaran memilih abstain atau tidak memberikan suara “ya” (setuju) atau “tidak” (menolak) dalam pemungutan suara di DK PBB terkait resolusi gencatan senjata di Jalur Gaza.

Netanyahu pun kesal akan keputusan abstain AS tersebut. Bahkan, sebelumnya ia mengaku tidak akan mengirimkan delegasi Israel ke Washington guna mengikuti rapat dengan pejabat AS usai resolusi disahkan.

Israel mengatakan keputusan abstain AS itu telah ”menyakiti” upaya Israel dalam perang di Gaza dan upaya negara itu untuk membebaskan sandera. “Itu adalah kemunduran yang jelas dari sikap konsisten AS,” ujar kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (25/03/2024).

Sementara itu, AS menegaskan bahwa keputusan abstainnya tersebut tidak mengubah kebijakan yang telah diambil perihal perang di Gaza. Dan diketahui negara yang dipimpin Presiden Joe Biden itu dalam beberapa pekan belakangan terlihat makin menekan Israel.

Sebelumnya juga Biden meminta digelarnya rapat untuk membahas alterantif rencana Israel menginvasi Kota Rafah di Gaza, yang menurut para pejabat AS, dapat menimbulkan bencana kemanusiaan. Namun, Netanyahu tetap bersikeras akan melancarkan serangan darat ke sana.

Juru bicara Dewan Keamanan AS John F. Kirby m’ngklaim AS memilih abstain karena resolusi tersebut ‘tidak menyertakan kecaman terhadap Hamas’. “Melalui pernyataan publik, kantor perdana menteri (Israel) tampak mengindikasikan bahwa entah bagaima kami telah berubah,” katanya.

Sumber: tribunnews.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!