Yogyakarta, mu4.co.id – Era pembayaran digital di Indonesia terus berkembang. Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinovasi melalui PolPay (Jempol Payment), sistem pembayaran yang memungkinkan transaksi tanpa kartu maupun ponsel dengan memanfaatkan autentikasi sidik jari.
Inovasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) ini menggabungkan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Pengguna cukup melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistem biometrik yang dikembangkan tim UGM.
Tim tersebut terdiri atas Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira, dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing.
PolPay memanfaatkan edge computing untuk memproses data biometrik sebelum dikirim ke server dalam bentuk terenkripsi dengan standar AES-256 dan diamankan protokol SSL/TLS. Teknologi ini dirancang sebagai alternatif pembayaran biometrik yang lebih terjangkau karena tidak membutuhkan infrastruktur mahal maupun ketergantungan pada kartu dan ponsel.
Anggota tim, Marcelino, mengatakan pengembangan PolPay terus disempurnakan, terutama dalam penerapan privacy-preserved architecture dan edge computing untuk menjaga keamanan data serta privasi pengguna.
“Pengembangan sistem ini membutuhkan riset yang mendalam dan waktu yang cukup panjang. Setiap hari, kami masih menemukan berbagai celah yang dapat diinovasikan, baik melalui pembaruan cara kerja software maupun penggunaan komponen yang lebih optimal,” terang Marcelino dikutip dari detik edu, Selasa (18/8).
Tim PolPay sendiri mendapat pendanaan melalui PKM bidang Karsa Cipta dan kini bersiap mengikuti ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang dijadwalkan pada November mendatang.
(Detik edu)











![Kartu Kredit Indonesia [KKI]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_3826-300x175.jpeg)


