Media Utama Terpercaya

14 April 2026, 05:35
Search

Setelah Selat Hormuz, Iran Ancam Bakal Tutup Jalur Energi Bab al-Mandeb. Ini Akibatnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ancaman penutupan Selat Bab al-Mandeb imbas ketegangan politik di Timur Tengah
Ancaman penutupan Selat Bab al-Mandeb imbas ketegangan politik di Timur Tengah. [Foto: AI/mu4.co.id]

Iran, mu4.co.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan dunia. Ancaman penutupan Selat Bab al-Mandeb dinilai berpotensi mengganggu pasokan energi dan arus logistik global secara signifikan.

Penasihat senior Iran, Ali Akbar Velayati, menyatakan bahwa sekutu Teheran dapat memperlakukan Bab al-Mandeb dengan cara yang sama seperti Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

“Komando terpadu Front Perlawanan memandang Bab al-Mandeb sama seperti Hormuz. Jika Gedung Putih berani mengulangi kesalahan bodohnya, mereka akan segera menyadari bahwa aliran energi dan perdagangan global dapat terganggu hanya dengan satu gerakan,” ujarnya dilansir dari idnfinancials.com, Kamis (9/4).

Baca juga: Iran Beri Sinyal Izinkan 2 Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz!

Ia menegaskan bahwa gangguan pada jalur tersebut dapat berdampak langsung pada aliran energi dan perdagangan global, bahkan hanya dengan satu langkah strategis.

Secara geografis, Bab al-Mandeb merupakan penghubung antara Laut Merah dan Teluk Aden, serta menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Sekitar 5 persen pasokan minyak global dan 10 persen perdagangan dunia melintasi jalur ini.

Peran selat ini semakin krusial ketika terjadi gangguan di Selat Hormuz, yang dalam kondisi normal menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Jika kedua jalur tersebut terganggu secara bersamaan, hingga 25 persen pasokan energi global berisiko terdampak.

Selain energi, Bab al-Mandeb juga menjadi jalur utama distribusi barang dari Asia ke Eropa, termasuk dari China dan India. Kawasan ini juga berada di bawah pengaruh kelompok Houthi di Yaman di bawah dukungan Iran yang sebelumnya telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang dianggap terkait dengan AS dan Israel.

Baca juga: Krisis Selat Hormuz, Berikut Daftar Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi!

Serangan tersebut telah menekan aktivitas pelayaran dan meningkatkan biaya asuransi maritim, memperburuk tekanan terhadap rantai pasok global.

Seorang pengamat bernama Elisabeth Kendall menilai jika jalur ini benar-benar ditutup, dampaknya akan terasa luas, terutama bagi Eropa. Gangguan distribusi energi dan logistik berpotensi memicu lonjakan harga serta memperparah krisis pasokan.

“Karena jika Anda memberlakukan pembatasan di Selat Hormuz pada saat yang sama dengan meningkatnya pembatasan di Bab al-Mandeb, maka Anda benar-benar akan mengganggu, bahkan melumpuhkan, perdagangan menuju Eropa,” katanya.

Situasi ini juga berisiko memicu eskalasi militer yang lebih besar. Setiap serangan terhadap kapal di kawasan tersebut dapat memancing respons dari AS dan sekutunya, sehingga meningkatkan ketidakpastian di jalur perdagangan global.

(idnfinancials.com)

[post-views]
Selaras