Media Utama Terpercaya

25 Mei 2026, 13:07
Search

Apakah Kenaikan Berat Badan Setelah Menikah Bisa Menghambat Kehamilan?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
dr Ridho Rahmatullah
dr. Ridho Rahmatullah, Sp.OG [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Fase awal pernikahan sering kali disebut sebagai masa-masa paling indah. Menghabiskan waktu bersama pasangan, menjelajahi tempat baru, hingga berburu kuliner lezat menjadi agenda rutin yang menyenangkan. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, ada satu fenomena unik yang kerap luput dari perhatian: jarum timbangan yang terus bergerak ke kanan.

Banyak pasangan menganggap kenaikan berat badan pasca-menikah adalah tanda “bahagia”. Padahal, jika tidak dikontrol, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada impian Anda dan pasangan untuk segera menimang momongan.

Bahaya Tersembunyi di Balik “Berat Badan Bahagia”

dr. Ridho Rahmatullah, Sp.OG., seorang dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit (RS) Islam Banjarmasin mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup setelah menikah sering kali menjadi pemicu utama melonjaknya berat badan. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan bersama pasangan bisa menumpuk menjadi masalah kesehatan.

“Buat kamu yang baru menikah, biasanya ini jadi fase paling bahagia. Sering jalan bareng, makan bareng, bahkan ngemil bareng. Awalnya mungkin cuma sesekali, tapi lama-lama jadi kebiasaan, dan tanpa disadari berat badan mulai naik,” ungkap dr. Ridho dikutip mu4.co.id, Senin (25/5/2026).

Kenaikan berat badan ini bukan sekadar masalah estetika atau pakaian yang mulai menyempit. Bagi seorang wanita, lemak tubuh yang berlebih memiliki kaitan erat dengan sistem reproduksi.

“Nah, banyak yang mengira ini cuma soal penampilan, padahal dampaknya bisa lebih dari itu. Pada perempuan, kenaikan berat badan sekitar 10% dari berat awal sudah bisa mulai mengganggu keseimbangan hormon. Akibatnya, siklus haid jadi tidak teratur, ovulasi bisa terganggu, dan kesuburan bisa menurun. Kalau dibiarkan, ini bisa membuat peluang untuk hamil jadi lebih sulit,” jelas dr. Ridho yang menyelesaikan Pendidikan Dokter Umum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Menemukan Keseimbangan Baru Bersama Pasangan

Sangat ironis ketika momen yang seharusnya menjadi awal dari pembentukan keluarga baru, justru terhambat oleh masalah kesuburan akibat gaya hidup. Namun, bukan berarti Anda dan pasangan harus berhenti menikmati waktu luang bersama. Kuncinya terletak pada keseimbangan dan kompromi.

Jika sebelumnya waktu bersama dihabiskan di meja makan atau depan televisi sambil mengemil, kini saatnya mengubah aktivitas tersebut menjadi lebih sehat.

“Ironisnya, fase ini terjadi di yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru. Tapi tenang, bukan berarti kita tidak boleh menikmati momen kebersamaan. Kuncinya adalah seimbang. Kalau misalkan sering makan bareng, coba mulai tambahkan dengan olahraga bareng,” saran dr. Ridho, putra pasangan H. Syamsul Arlin dan Hj. Tarbiatul Asbaniah ini.

Baca juga: Berawal dari Hadis Rasulullah, dr. Ridho Rahmatullah Memilih Fokus Pada Penanganan Kehamilan dan Pengobatan Penyakit Organ Reproduksi 

Resep Sederhana: 150 Menit yang Mengubah Segalanya

Untuk memulai hidup sehat, Anda tidak perlu langsung melakukan diet ekstrem atau olahraga berat yang menyiksa. dr. Ridho membagikan formula sederhana yang sangat mudah diterapkan oleh pasangan baru, bahkan di tengah kesibukan kerja.

Tidak perlu yang berat-berat, cukup 150 menit dalam seminggu. Bisa dibagi menjadi tiga kali, masing-masing sekitar 50 menit. Misalnya dengan jalan cepat, bersepeda, berenang, atau olahraga ringan lainnya. Yang penting bukan olahraga yang sempurna, tapi yang dilakukan secara rutin dan konsisten.” ujar dr. Ridho yang saat ini berpraktik di RS Islam Banjarmasin setiap Senin-Jum’at pukul 08.00-12.00 Wita.

Olahraga bersama seperti jalan cepat di sore hari atau bersepeda di akhir pekan tidak hanya membakar kalori, tetapi juga bisa menjadi quality time yang meningkatkan keharmonisan hubungan.

Investasi Masa Depan untuk Sang Buah Hati

Pada akhirnya, menjaga bentuk tubuh dan berat badan ideal bukan lagi soal ego atau penampilan semata, melainkan sebuah bentuk ikhtiar dan investasi kesehatan demi menyambut kehadiran buah hati tercinta.

Sebagai penutup, dr. Ridho kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas tubuh demi kesuburan yang prima.

“Jadi ingat ya, menjaga berat badan itu bukan cuma soal terlihat ideal, tapi supaya hormon tetap stabil, siklus haid teratur, dan kesuburan tetap terjaga. Semoga yang sedang menanti bisa segera diberikan keturunan,” tutupnya.

[post-views]
Selaras