Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sekitar 47 persen guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum memiliki kualifikasi pendidikan Sarjana (S1).
Kemendikdasmen juga mencatat sekitar 53 persen guru PAUD telah menyandang gelar sarjana. Namun, sebagian besar di antaranya berasal dari bidang studi yang tidak selaras dengan PAUD, sehingga kualifikasinya dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran PAUD.
“Jadi memang kita harus lihat dulu ya mungkin memang background dari mereka juga. Dari 53 persennya mereka S1. Tetapi dari 53 persennya mereka tidak linear,” ungkap Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Penghargaan, dan Kesejahteraan Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kemendikdasmen, Komaruddin, dikutip dari detik edu, Ahad (21/6).
Baca Juga: Tahun Depan, Mendikdasmen Bakal Berikan Beasiswa D4-S1 Kepada 150.000 Guru!
Komaruddin menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Sebagai upaya mengatasinya, Kemendikdasmen mempercepat program peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru, termasuk pendidikan S1 yang kini dapat ditempuh sekitar 2,5 tahun, lebih singkat dibandingkan durasi normal 4–5 tahun.
“Mungkin nanti setelah guru PAUD itu mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai linearitasnya, mungkin dia juga mungkin akan bisa memahami arti yang sesungguhnya bahwa pengajaran di PAUD ini memang membutuhkan seorang guru yang betul-betul ahli bidangnya,” jelasnya.
(Detik edu)









![Konferensi pers pengungkapan peredaran 128,7 kilogram sabu, Banjarbaru, Kamis [18/6]. [Foto: Diskominfo Kalsel]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG_0656-300x225.jpeg)





