Banjarmasin, mu4.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada siswa sekolah dasar melalui program Polisi Sahabat Anak (PSA), di SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin, Senin (13/07/2026).
Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Banjarmasin IPTU Laksmi mengatakan, pendidikan mengenai keselamatan berlalu lintas sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di masa mendatang.
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang mudah menerima nilai-nilai positif sehingga edukasi di lingkungan sekolah diharapkan mampu membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab saat berada di jalan.
“Kami ingin menanamkan sejak dini budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami aturan, tetapi juga dapat menjadi pelopor keselamatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar IPTU Laksmi, dilansir dari laman mediahub.polri.go.id.
Melalui program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Baca juga: Polresta Banjarmasin Tetapkan Tiga Kampung di Banjarmasin Bebas Narkoba, Dimana Saja?
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi secara interaktif, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, etika berkendara di jalan, penggunaan sepeda listrik yang aman, hingga pemahaman mengenai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Selain itu, petugas juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Penyampaian materi yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan membuat para siswa lebih mudah memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus mempererat kedekatan antara Polri dan kalangan pelajar.
“Anak-anak perlu memahami bahwa keselamatan di jalan dimulai dari kebiasaan kecil, seperti mengenali rambu, mematuhi aturan, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas. Kami berharap anak-anak dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua, saudara, maupun teman-temannya sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh dari lingkungan keluarga,” pungkas IPTU Laksmi.













