Media Utama Terpercaya

22 Agustus 2026, 23:07
Search

Rektor Unsoed Terjerat OTT, KPK Sebut Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Rektor Unsoed Terjerat OTT
Rektor Unsoed Terjerat OTT [Foto: Law-Justice]

Jakarta, mu4.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyatakan bahwa Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq terjerat operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan dalam penerimaan mahasiswa baru atau gratifikasi, Kamis (20/08/2026).

KPK menyebut, tersangka mematok tarif sebesar Rp 650 juta untuk setiap calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran yang ikut seleksi jalur masuk mandiri kampus.

“Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (21/08/2026).

“Dan memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana. Dan diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut,” lanjutnya.

Baca juga: Bupati Pati Ditangkap KPK Atas Kasus Pemerasan, Begini Kronologinya!

Total 6 orang tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus tersebut, diantaranya yaitu Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq; Wakil Rektor III Unsoed, Norman Arie Prayoga; Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto; serta tiga orang pihak swasta yang bernama Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono.

Dalam operasi senyap tersebut, KPK menemukan dan menyita barang bukti berupa uang tunai senilai kurang lebih Rp665 juta dan saldo dalam rekening senilai Rp99 juta.

Pihaknya menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang pendidikan, yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan tapi juga penanaman nilai dan karakter.

“Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” pungkas Budi.
(sindonews.com)

[post-views]
Selaras