Jakarta, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan penggabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi untuk memperkuat pemantauan potensi bencana di Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire.
Prabowo menilai mitigasi bencana telah dilakukan secara maksimal dan memastikan pemerintah terus memantau berbagai potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.
“Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo dikutip dari detik news, Kamis (10/9).
Sementara itu, BMKG menyatakan siap jika wacana penggabungan dengan Badan Geologi untuk memantau potensi bencana di Indonesia yang dipertimbangkan Presiden Prabowo benar-benar diterapkan.
Baca Juga: Beredar Poster Larangan Tampung Air Hujan, BMKG Kalsel: Hoaks
“Untuk penggabungan itu, BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan Presiden ya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana,” ujar Sekretaris Utama (Sestama) BMKG Guswanto.
“BMKG dan Badan Geologi selama ini mitra strategis yang memiliki salah satu misi yang sama untuk keselamatan bagi masyarakat, dan risiko ancaman bencana geofisika yang saling melengkapi dalam rantai informasi ancaman bencana terkait bencana kebumian,” lanjutnya.
Terkait rencana peningkatan anggaran mitigasi bencana, Guswanto mengatakan BMKG membutuhkan penguatan peralatan operasional utama serta anggaran untuk edukasi publik.
Meski menghadapi efisiensi, BMKG tetap memastikan alat yang digunakan menghasilkan data valid dan layanan peringatan dini berjalan 24 jam.
(Detik news)












