Media Utama Terpercaya

18 April 2026, 17:09
Search

Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026, Banjarbaru Perkuat Kolaborasi dan Aksi Nyata Cegah Stunting

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026
Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 Banjarbaru [Foto: Media Center Banjarbaru]

Banjarbaru, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026, dalam rangka menjaga kualitas generasi masa depan, di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (15/04/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah bagi 86 pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana intervensi gizi yang lebih terintegrasi, yang dihadiri lintas sektor, mulai dari jajaran SKPD, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, hingga garda terdepan seperti Forum RT/RW dan kader Posyandu. Hadir pula perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Kemenag Banjarbaru, Ketua Forum Kota Sehat, serta seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah gizi kronis, melainkan tantangan besar bagi masa depan Kota Banjarbaru.

“Anak-anak yang tumbuh sehat dan optimal akan menjadi penopang kemajuan Banjarbaru di masa yang akan datang. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan hingga masyarakat, untuk terus menjaga kerja sama ini,” ujarnya.

“Upaya penanganannya harus dimulai dari hal yang paling dekat dengan keseharian, seperti penyediaan gizi keluarga, pola asuh anak, kebersihan lingkungan, hingga perbaikan sanitasi. Kita juga dorong pemberian makanan tambahan yang berbasis pangan lokal,” tambahnya.

Baca juga: Banjarbaru Masuk Nominasi Unggulan Nasional, Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting!

Melalui kegiatan tersebut, Pemko Banjarbaru tidak sekedar memaparkan hasil evaluasi, namun juga mendeklarasikan komitmen publik untuk menyepakati rencana program ke depan secara terbuka.

Lisa berharap forum ini menghasilkan diskusi dua arah yang jujur ​​mengenai kondisi di lapangan. Menurutnya, konsistensi dalam hal-hal kecil seperti sanitasi dan gizi akan menghasilkan hasil besar bagi kesehatan masyarakat secara luas.

“Apa yang kita rencanakan hari ini semoga benar-benar menjadi langkah nyata. Saya ingin semua pihak membicarakan secara terbuka kondisi nyata di lapangan agar intervensi kita tepat sasaran,” tutupnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini menjadi simbol kolaborasi yang kuat di Banjarbaru, di mana para pemangku kepentingan terlibat langsung sebagai orang tua asuh untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak yang memerlukan intervensi khusus.
(mediacenter.banjarbarukota.go.id)

[post-views]
Selaras