Banjarmasin, mu4.co.id – PLN menunda target normalisasi sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) dari semula 4 Agustus menjadi 25 Agustus 2026.
Penundaan ini disebabkan proses perbaikan generator Unit 3 PLTU Asam-Asam di Tanah Laut yang masih berlangsung akibat kerusakan pada dua sisi generator. Gangguan tersebut membuat pasokan listrik belum pulih sepenuhnya sehingga pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kalselteng.
“Yang mengalami kerusakan itu ada di dua sisi generator. Inilah yang sedang kami kerjakan dan target penyelesaiannya pada 25 Agustus,” ungkap Senior Manager PLN Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam, Fajar Pamujianto, dikutip dari detik kalimantan, Selasa (4/8).
Fajar mengatakan proses perbaikan terus dipercepat dengan sistem kerja tiga shift selama 24 jam. Namun, perbaikan generator harus dilakukan secara teliti dan bertahap karena setiap proses wajib melalui pengujian serta evaluasi sebelum dilanjutkan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik di Kalsel Disorot, Ombudsman Kalsel Panggil Manajemen PLN
“Setiap selesai satu tahap dilakukan pengujian, kemudian dievaluasi lagi. Setelah hasilnya memenuhi standar, baru dilanjutkan ke tahap berikutnya,” jelasnya.
Akibat mundurnya target pemulihan, masyarakat Kalselteng diperkirakan masih akan menghadapi pemadaman bergilir.
Sementara itu, sebagai bentuk transparansi kepada publik, PLN menggandeng Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Tengah untuk meninjau langsung PLTU Asam-Asam.
Peninjauan ini bertujuan memperlihatkan kondisi pembangkit, perkembangan perbaikan, serta upaya PLN bersama pengelola pembangkit dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
(Detik Kalimantan, PLN UP3 Banjarmasin)















