Media Utama Terpercaya

8 Agustus 2026, 12:06
Search

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Predikat Green Terminal Label Bintang 2

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Terminal LPG
Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Predikat Green Terminal Label Bintang 2 [Foto: Pertamina Energy Terminal]

Jakarta, mu4.co.id – Terminal LPG Tanjung Sekong meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV), dalam Closing Ceremony Green Terminal Label Certification di Grand Ballroom PIS, Rabu (05/08/2026).

Sertifikasi itupun menjadikan Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), sebagai terminal LPG pertama di Indonesia sekaligus di dunia yang meraih predikat tersebut.

Terminal LPG Tanjung Sekong sendiri berlokasi di Cilegon, Banten, dan berperan sebagai pusat energi strategis yang mendukung penerimaan, penyimpanan, serta distribusi LPG bagi masyarakat dan industri. Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton atau 196.000 meter kubik, setara 35-40 persen kebutuhan LPG nasional.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyebut pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina maupun Indonesia dalam mendorong pengelolaan terminal energi yang lebih ramah lingkungan.

“Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan,” ujarnya, Jumat (07/08/2026).

Baca juga: Per 1 Agustus 2026, Harga BBM Non Subsidi Turun. Berikut Daftar Harga BBM di Seluruh Indonesia!

Pencapaian ini dinilai bernilai strategis karena standar Green Terminal diterapkan pada fasilitas dengan risiko tinggi, terutama dalam penyimpanan dan penanganan LPG. Sebagian besar terminal lain yang telah memperoleh sertifikasi GTLC merupakan pelabuhan umum atau terminal peti kemas.

Agung menuturkan sertifikasi ini juga menunjukkan kemampuan Pertamina mengintegrasikan keandalan operasional dengan prinsip keberlanjutan. Terminal Tanjung Sekong dinilai telah menerapkan sistem operasional yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga pengurangan emisi karbon.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya beroperasi secara andal, tetapi juga telah menerapkan sistem operasional berkelanjutan yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon,” paparnya.

Salah satu pengembangan utama dalam program Green Terminal Tanjung Sekong adalah integrasi energi terbarukan melalui pemanfaatan energi surya dan rencana penggunaan hidrogen hijau. Pertamina tengah mengembangkan fasilitas produksi hidrogen hijau berbasis panas bumi melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk di Ulubelu, Lampung.

Capaian itupun dinilai menjadi bukti komitmen Pertamina terhadap penerapan prinsip ESG serta kepatuhan pada regulasi lingkungan. Pencapaian ini juga disebut mendukung target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.
(cnnindonesia.com)

[post-views]
Selaras