Media Utama Terpercaya

22 September 2026, 16:15
Search

Harga Cabai Rawit di Palangka Raya Tembus Rp150 Ribu per Kilogram, Ini Dugaan Penyebabnya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Harga Cabai Rawit
Harga Cabai Rawit di Palangka Raya Tembus Rp150 Ribu per Kilogram [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Palangka Raya, mu4.co.id – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Besar Palangka Raya kembali naik, dengan yang paling mencolok terjadi pada cabai rawit. Hal tersebut diduga terjadi karena pasokan berkurang imbas karhutla, serta BBM yang sulit dicari.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, mengatakan secara umum sebagian besar harga bahan pokok masih relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas sayuran dan pangan mengalami kenaikan dalam sehari.

Berdasarkan pemantauan DPKUKMP Kota Palangka Raya pada Jumat, hingga Ahad (18-20/09/2026), harga cabai rawit merah kini mencapai Rp 150.000 per kilogram. Harga tersebut naik Rp 10.000 dibanding sehari sebelumnya yang masih berada di angka Rp 140.000 per kilogram.

“Berdasarkan informasi yang digali petugas dari para pedagang cabai di pasar, kenaikan harga cabai dikarenakan suplai dari produsen di Jawa terbatas. Selain itu, suplai dari daerah Kalsel juga terbatas, kalaupun ada jumlahnya sedikit. Diduga imbas karhutla dan BBM,” ujar Fajar, Senin (21/09/2026).

Baca juga: Kualitas Udara Kalsel Masuk 3 Terburuk di Indonesia, Kalteng Paling Parah!

Selain cabai rawit merah, lonjakan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran. Seperti Ketela pohon, kangkung, ketimun dan kacang Panjang, yang menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling besar, yakni sekitar 67%. Ketimun menyusul dengan kenaikan sekitar 50 %.

“Ketela pohon naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram, kemudian kangkung bergerak dari Rp 7.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada ketimun dan kacang panjang. Harga ketimun sedang melonjak dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, sementara kacang panjang naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram,” sebut Fajar.

Selain itu, kenaikan juga tercatat pada kacang tanah yang kini berada di angka Rp 48.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 45.000. Sementara jeruk lokal naik dari Rp 13.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram.

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, harga kebutuhan pokok utama lainnya masih relatif stabil, seperti beras medium bertahan Rp14 ribu per kilogram, beras premium Rp 18.000, gula pasir Rp 19.000, telur ayam ras Rp 28.500, daging ayam ras Rp 35.000, dan minyak goreng Rp 16.000 per liter.

Fajar pun menegaskan pemantauan harga dilakukan secara berkala untuk melihat pergerakan harga sekaligus kondisi pasokan dan distribusi bahan pangan di daerah. Terlebih, kondisi karhutla dan kabut asap yang masih terjadi di Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalteng turut menjadi perhatian dalam menjaga kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.

(detik.com)

[post-views]
Selaras