Media Utama Terpercaya

10 Agustus 2026, 01:37
Search

Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan, Polisi Ungkap Pemiliknya

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan [Foto: Kompas]

Jakarta, mu4.co.id – Ratusan senjata termasuk senjata api ditemukan di salah satu ruangan yayasan sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10 dan 11 Juli 2026.

Yayasan mencatat barang yang ditemukan terdiri atas 776 air rifle, 215 pistol, dan empat senapan kaliber 4,5. Selain itu, pihak sekolah kembali menemukan empat senjata laras panjang, dua senjata laras pendek, magasin, alat pembuat amunisi, narkotika, serta puluhan VCD porno ketika membuka ruangan lain bersama polisi pada 5 Agustus 2026. Temuan itupun kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Pengacara yayasan, Hermawanto menyebut bahwa seluruh barang tersebut berada di ruangan pria berinisial IWD atau IW, yang merupakan mantan ketua yayasan. Pihak sekolah pun menyebut temuan ratusan senjata itu menjadi pintu masuk penemuan senjata. Setelah IWD diberhentikan, pihaknya mendapatkan akses untuk membuka ruangannya.

“Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami nggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua. Akhirnya kami coba buka-buka, nggak tahunya ketika kami buka kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,” kata kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, Jumat (07/08/2026).

Di samping itu, Hermawanto juga merespons pihak IWD terkait ratusan senjata itu digunakan untuk ekstrakurikuler. Hermawanto menyebut tidak ada ekskul menembak di sekolah itu.

Baca juga: Ledakan Saat Salat Jum’at di SMAN 72 Kelapa Gading, Berikut Jumlah Korban dan Terduga Pelaku!

Sebelumnya, kuasa IWD sekaligus Dirut PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra menyampaikan bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun itu adalah milik perusahaan tersebut, yang dibeli pada 2008 untuk menunjang pelatihan atlet menuju Southeast Asian Shooting Association (SEASA) Championship.

Kemudian terkait alasan senjata disimpan di gudang sekolah, sebab setelah selesai digunakan untuk pelatihan atlet, PT Lokta Karya Perbakin menjalin kerja sama dengan yayasan pada 2021 untuk membentuk ekstrakurikuler menembak dan memanah. Namun, rencana tersebut urung terlaksana setelah pembina sekaligus penanggung jawab kegiatan meninggal dunia. Ia mengeklaim gudang penyimpanan selalu terkunci dan dijaga sehingga tidak dapat diakses oleh murid.

“Jadi dulu itu mau dipakai ekstrakurikuler tapi karena Jenderal Suryo meninggal, ya akhirnya kami enggak jadi (bikin) ekstrakurikuler itu. Ya sudah pakai stok itu saja. Daripada itu enggak dipakai juga. Tapi sampai saat ini barang itu sudah kelamaan jadi enggak bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Ia mengeklaim senjata itu resmi dan berizin. Alhadid juga mengaku telah memperlihatkan surat izin tersebut ke pihak kepolisian. Ia menilai bahwa pihak yayasan yang saat ini sudah tahu soal adanya senjata yang disimpan di gudang itu. Ia merasa heran pihak yayasan sekolah seakan-akan tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut. “Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alhadid menduga persoalan ini mencuat karena ada konflik di internal kepengurusan yayasan sekolah. Konflik itu terjadi sejak pembina yayasan yang sebelumnya diberhentikan secara sepihak, karena dugaan penggelapan uang yayasan untuk pembelian tanah pribadi, dan tengah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

“Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain,” jelasnya.

Baca Juga: Satgas Yonif Raider 300/Bjw Berhasil Gagalkan Rencana Pemberontak OPM Papua

Kini, Polisi mengungkap penemuan 995 senjata airsoft gun tersebut. Khusus terkait kepemilikan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA adalah milik DS. Ia belum memerinci siapa pastinya pria DS tersebut. Namun Budi mengatakan pria DS sudah meninggal dunia pada 2020.

“Ini sudah diamankan oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan. Saat pendalaman satu pucuk diduga senjata api ini, setelah didalami kepemilikan atas nama Saudara DS,” kata Budi, Jumat (07/08/2026).

Selain itu, Pihak kepolisian, juga berencana memeriksa pria IWD atau IW, yang merupakan mantan ketua yayasan yang namanya terseret lantaran ratusan senjata itu ditemukan di ruangannya.

“Kita akan melakukan, mengundang Saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan. Termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan,” jelasnya.
(kompas.tv, detik.com)

[post-views]
Selaras