Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan program pembebasan lahan tahun 2026 untuk keperluan perbaikan sungai sekaligus infrastruktur jalan dengan anggaran sebesar Rp140 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengungkapkan bahwa pihaknya kembali melanjutkan pelaksanaan proyek strategis perbaikan sungai di Jalan Veteran di Banjarmasin Tengah dan di Jalan Zafri Zam Zam di Banjarmasin Barat.
Hal tersebut sebagai kelanjutan proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) atau ketahanan banjir perkotaan nasional yang dapat bantuan dari pemerintah pusat melalui pendanaan dari Bank Dunia. Suri menyebut proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027, namun untuk proses pembebasan lahan bisa selesai tahun 2026 ini.
“Pembebasan lahan ini kunci. Jika selesai sesuai jadwal, tahapan fisik bisa langsung bergerak,” ujarnya, Sabtu (25/04/2026).
Baca juga: Keterbatasan Lahan Jadi PR Besar, Pemko Banjarmasin Ajukan Kerja Sama Daerah Untuk Perluas Wilayah!
Lebih lanjut, Suri menyebut bahwa pembebasan lahan di Jalan Veteran dilakukan secara bertahap dimulai dari Sungai Gardu menuju Simpang Gatsu yang di sana akan terdampak sebanyak 43 persil lahan dan bangunan warga.
Kemudian dilanjutkan proses pembebasan lahan ke Pasar Batuah hingga Pasar Kuripan yang di sana akan terdampak sebanyak 130 persil lahan dan bangunan warga. Pihaknya juga menargetkan penyelesaian lahan di sekitar Simpang Gatsu hingga kawasan T-Square Banjarmasin.
Menurutnya, seluruh proses pengadaan tanah diupayakan selesai pada tahun ini dengan tetap mengedepankan asas keadilan dan kepastian hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jika pembebasan lahan ini tuntas, hambatan serapan anggaran bisa teratasi dan progres proyek strategis akan lebih maksimal. Target akhir 2027 tetap kami jaga,” pungkasnya.
(antaranews.com)














