Jakarta, mu4.co.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah berencana mengubah skema penyaluran bantuan sosial dari bentuk barang menjadi bantuan tunai langsung senilai Rp5,4 juta per penerima.
“Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,” ungkap Luhut dikutip dari Sindo News, Jum’at (12/6).
Baca Juga: Kapan Bansos Triwulan II 2026 Cair? Ini Kata Mensos!
Luhut menyebut pemerintah tengah mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pengelolaan data nasional. Teknologi ini akan digunakan untuk memastikan penyaluran bantuan dan subsidi lebih tepat sasaran melalui sistem berbasis penerima manfaat.
Selain itu, data tunggal berbasis AI juga akan mendukung pengembangan UMKM dengan menyediakan profil usaha yang lebih komprehensif, sehingga kebijakan pembiayaan dan pendampingan dapat dirancang secara lebih efektif.
“Dan ini nanti dikelompokkan dengan AI. Kita akan bisa mendorong UMKM dengan memberikan skor yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena teknologi,” jelasnya.
Baca Juga: Bansos Tak Tepat Sasaran? Laporkan Lewat Aplikasi “Cek Bansos”, Begini Caranya!
Selain itu, Luhut juga menyebut Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara berpenduduk terbesar yang menerapkan sistem pemerintahan digital berbasis AI secara terintegrasi.
Menurutnya, teknologi tersebut akan meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemantauan program dan kebijakan secara real time.
Ia juga menegaskan sistem tersebut dikembangkan oleh talenta dalam negeri sebagai bukti kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mendukung transformasi digital pemerintahan.
(Sindo News)












