Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah berencana membagikan kompor listrik atau kompor induksi gratis kepada rumah tangga mulai 2027 sebagai bagian dari program konversi energi untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG, terutama LPG 3 kilogram bersubsidi.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan program tersebut telah masuk dalam pembahasan RAPBN 2027 karena dinilai lebih efisien dibanding terus menanggung beban subsidi dan impor LPG.
“Anggaran untuk program ini sudah masuk dalam pembahasan RAPBN 2027. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan kita terhadap impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ungkap Eddy Soeparno dikutip dari Warta Kota, Jum’at (31/7).
Eddy mengatakan bantuan yang diberikan mencakup satu paket kompor induksi, peralatan memasak, dan instalasi listrik gratis sehingga dapat langsung digunakan masyarakat.
Menurutnya, program ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada LPG impor, tetapi juga mendorong pengembangan industri hijau, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan penggunaan produk dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk mendukung program konversi energi melalui pembagian kompor induksi.
Program yang sempat dihentikan pada 2022 itu kini kembali dipertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan pada LPG bersubsidi, memperkuat kemandirian energi, dan mendorong ekonomi hijau.
Pemerintah sendiri masih mematangkan skema pelaksanaan, termasuk penentuan penerima manfaat dan kesiapan infrastruktur kelistrikan sebelum direalisasikan pada 2027.
(Warta Kota)











