Media Utama Terpercaya

9 September 2026, 18:37
Search

Pabrik BYD Resmi Beroperasi di Subang, Target Produksi Capai 150.000 Unit per Tahun!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Peresmian pabrik PT BYD Motor Indonesia
Peresmian pabrik PT BYD Motor Indonesia. [Foto: IDN Times]

Subang, mu4.co.id – PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Fasilitas ini menandai peralihan BYD dari kendaraan impor utuh (CBU) ke produksi dalam negeri.

Meski diproduksi di Indonesia, harga mobil listrik BYD tidak otomatis menjadi lebih murah. Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan kebijakan fiskal selama masa transisi agar perubahan dari impor ke produksi lokal tidak langsung berdampak pada harga kendaraan.

“Jadi ada insentif dengan kompensasi investasi, sehingga membuat struktur fiskalnya itu sama, impor dan produksi sini. Artinya berarti tidak ada perubahan,” ungkap Luther dikutip dari CNBC, Rabu (9/9).

Baca Juga: Mazda Resmi Operasikan Pabrik Perakitan di Indonesia, Investasi Awal Rp400 Miliar!

BYD sebelumnya mendapat insentif impor mobil listrik CBU berupa pembebasan bea masuk dan PPnBM hingga akhir 2025. Sebagai gantinya, produsen peserta wajib membangun pabrik di Indonesia dan memproduksi kendaraan dengan jumlah setara volume impor.

Sementara itu, Luther mengatakan BYD telah mengimpor sekitar 92 ribu mobil listrik selama periode insentif tersebut.

BYD mulai mengalihkan kebutuhan pasar domestik ke produksi pabrik Subang dan tidak akan menambah impor untuk model yang sudah diproduksi di dalam negeri. Kendaraan yang masih berstatus impor akan tetap dijual hingga stok habis.

Pabrik di Subang Smartpolitan Industrial Park berdiri di lahan sekitar 126 hektare dengan investasi Rp16 triliun. Fasilitas ini mampu memproduksi hingga 150.000 kendaraan per tahun dan memiliki proses manufaktur mulai dari stampingweldingpainting, hingga assembly.

Baca Juga: Pemerintah Buat Aturan Baru, Mobil Listrik Akan Dikenakan Pajak!

Sejumlah model yang mulai diproduksi lokal antara lain BYD Atto 1 dan M6 DM. Produksi M6 EV dan Denza D9 juga disiapkan, sedangkan model lainnya akan menyesuaikan kebutuhan pasar.

Luther mengatakan tingkat produksi dan penjualan berpengaruh terhadap efisiensi biaya, karena itu, produksi lokal belum tentu membuat harga lebih murah jika kapasitas pabrik belum dimanfaatkan secara optimal.

“Nah, makanya sekarang kita konsentrasi sekali untuk mengoptimalkan nih produksi yang kita miliki, apalagi ini kapasitas bisa sampai 150.000 unit (per tahun),” terangnya.

(CNBC)

[post-views]
Selaras