Bogor, mu4.co.id – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi mengoperasikan pabrik perakitan Mazda di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, setelah bertahun-tahun hanya mengimpor kendaraan utuh. Pabrik dengan investasi awal sekitar Rp400 miliar itu akan segera memulai produksi perdana Mazda CX-30 secara semi-knocked down (SKD).
“After long long decision, fasilitas ini akhirnya datang juga. Saya mengapresiasi langkah Mazda, pabrikan terakhir Jepang, yang masuk dan membuat pabrik di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Kemenperin, Setia Diarta, dikutip dari Kompas, Kamis (30/7).
Ia optimistis kehadiran pabrik tersebut akan mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja di masa mendatang.
Baca Juga: Indonesia Ditarget Punya Pabrik Mobil Sendiri, Prabowo: Jangan Hanya Jadi Pasar
Sementara itu, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia, Ricky Thio, menyebut fasilitas perakitan ini menjadi langkah awal Mazda membangun fondasi manufaktur di Indonesia.
“Hari ini menjadi momen yang penting bagi Mazda di Indonesia. Yang kami resmikan bukan sekadar manufaktur melainkan wujud nyata bahwa Indonesia memiliki talenta dan kapasitas dalam mendukung pengembangan Mazda di Indonesia,” ujar Ricky Thio.
Pabrik perakitan tersebut menjadi fondasi awal pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia. Perusahaan memulai produksi dengan Mazda CX-30, disertai investasi awal sekitar Rp400 miliar yang masih akan bertambah seiring penyempurnaan fasilitas menjelang produksi massal.
Baca Juga: Garap Kendaraan Listrik Nasional, Pabrik Mobil Korsel Kolaborasi Bersama PT Pindad
Pabrik berkapasitas 5.700 unit per tahun itu dibangun dengan standar manufaktur global Mazda sebagai bagian dari komitmen jangka panjang di industri otomotif nasional.
Mazda sendiri menerapkan filosofi Monozukuri dan Takumi Craftsmanship dengan target zero defect, sehingga kualitas kendaraan rakitan Indonesia diklaim setara dengan produksi Jepang.
Melalui pabrik baru ini, Mazda juga menargetkan peningkatan efisiensi operasional, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan SDM, serta transfer teknologi untuk mendukung industri otomotif nasional.
(Kompas)














![Aksi unjuk rasa masyarakat di Kantor PT PLN [Persero] UP3 Banjarmasin, Jalan Lambung Mangkurat](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/07/1000255608_11zon-300x188.jpg)
