Media Utama Terpercaya

23 Juni 2026, 20:00
Search

Mulai Juli 2026, Malaysia Turunkan Harga Solar Jadi 2,10 Ringgit per Liter!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Malaysia Turunkan Harga Solar Jadi 2,10 Ringgit per Liter
Malaysia Turunkan Harga Solar Jadi 2,10 Ringgit per Liter [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Kuala Lumpur, mu4.co.id – Malaysia menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia per liter atau setara Rp9.061 (asumsi kurs Rp4.315 per ringgit Malaysia) mulai Juli 2026.

Langkah tersebut bertujuan untuk menekan praktik penyelundupan dan kebocoran subsidi yang selama ini muncul akibat perbedaan harga solar antardaerah. Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan kesenjangan harga solar bersubsidi dan nonsubsidi telah menciptakan insentif bagi penyalahgunaan subsidi, termasuk penyelundupan lintas batas.

Diketahui, saat ini solar dijual dengan harga bersubsidi 2,15 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.276 per liter di negara bagian Sabah dan Sarawak. Sementara di Semenanjung Malaysia, harganya mencapai 4,37 ringgit Malaysia atau sekitar Rp18.855 per liter.

“Kesenjangan harga tersebut telah menciptakan ruang untuk kebocoran pendapatan dan penyelundupan solar bersubsidi, termasuk lintas batas,” kata Kementerian Keuangan Malaysia dalam pernyataan resmi, Ahad (21/06/2026).

Meski demikian, pemerintah belum menjelaskan sumber pendanaan tambahan subsidi tersebut.

Baca juga: DEN Targetkan Indonesia Stop Impor Solar dan Avtur pada 2026

Sebelumnya, Malaysia juga bergerak memperkuat sumber pasokan minyak dan gas dari luar negeri. Perusahaan energi nasional Petronas pada Sabtu menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama dengan perusahaan energi milik negara Turkmenistan, yakni Turkmennebit dan Hazarnebit.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan kesepakatan itu membuka akses terhadap salah satu cadangan gas terbesar di dunia, dan berpotensi mendukung ekspor energi Malaysia ke sejumlah pasar utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Selain itu, Malaysia juga menjajaki kerja sama energi jangka panjang dengan Rusia. Namun ia belum mengungkapkan volume maupun nilai kontrak yang sedang dibahas kedua negara.

“Rusia juga telah menjamin Malaysia akan perjanjian jangka panjang untuk pasokan minyak, gas, dan diesel setidaknya selama 20 tahun,” kata Anwar.
(kompas.com)

[post-views]
Selaras