Media Utama Terpercaya

23 Agustus 2026, 18:14
Search

Muhammadiyah Kalimantan Barat Respons Cepat Karhutla di Sejumlah Wilayah Kubu Raya

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
MDMC Kalimantan Barat padamkan kebakaran hutan dan lahan
MDMC Kalimantan Barat padamkan kebakaran hutan dan lahan. [Foto: MDMC Indonesia]

Kalimantan Barat, mu4.co.id – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui MDMC Kalimantan Barat merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Tim MDMC melakukan patroli, pemantauan, assessment, hingga pemadaman untuk mencegah api meluas dan membahayakan warga. Lokasi yang dipantau antara lain Parit Seruat, sekitar SMA 4 Sungai Raya, belakang Perumahan Taman Bumi Serdam, TPA Rasau Jaya, serta kawasan Kantor DKPP Kubu Raya. Karhutla di sejumlah titik tersebut terjadi pada 14–22 Juli, 25–30 Juli, dan 4–6 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil assessment, karhutla tersebut tidak menimbulkan korban meninggal, luka-luka, maupun hilang. Dampak yang tercatat hanya berupa terbakarnya hutan dan semak belukar, dan sementara tidak ada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang terdampak.

Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk, KLH Instruksikan 6 Gubernur Perketat Penanganan Karhutla

MDMC Kalimantan Barat melakukan respons sejak awal Juli hingga 21 Agustus 2026 dengan memantau dan memadamkan titik api, terutama di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan di Kecamatan Sungai Raya.

Penanganan dilakukan bersama BPBD Kubu Raya, BPBD Kalimantan Barat, TNI/Polri, Manggala Agni, dan relawan pemadam kebakaran setempat. Respons lapangan melibatkan SAR Muhammadiyah LRB-MDMC Kalimantan Barat, Tim Assessment MDMC Kalimantan Barat, serta kader IMM Kota Pontianak.

Selain pemadaman, tim juga melakukan assessment untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan warga dan relawan di lokasi terdampak. 

Baca Juga: Polairud Banjarmasin Bagikan 150 Masker dan Lakukan Patroli di Perairan Sungai Barito

Kebutuhan di lapangan meliputi masker, konsumsi, vitamin, perlengkapan relawan, BBM, kendaraan operasional, peralatan media, hingga mesin pemadam berkapasitas besar beserta perlengkapannya.

Penanganan karhutla masih terkendala keterbatasan kendaraan dan kapasitas alat pemadam. Tim juga membutuhkan perangkat pendukung seperti drone untuk mendeteksi titik api serta alat pelindung diri (APD) bagi relawan.

MDMC Kalimantan Barat terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah api meluas serta mengurangi risiko terhadap masyarakat dan lingkungan. Pemantauan akan terus dilakukan agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani.

(Muhammadiyah)

[post-views]
Selaras