Media Utama Terpercaya

17 Agustus 2026, 17:44
Search

Muhammad Abdillah, Siswa Asal Batola Temukan Celah Keamanan NASA, Dapat Apresiasi sebagai Security Researcher

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Siswa Asal Batola Temukan Celah Keamanan NASA
Siswa Asal Batola Temukan Celah Keamanan NASA [Foto: mu4.co.id]

Marabahan, mu4.co.id – Seorang pelajar asal Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Muhammad Abdillah mampu mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber.

Kemampuannya bahkan mengantarkan pelajar berusia 17 tahun ini menemukan celah keamanan pada salah satu aset digital milik NASA. Temuan tersebut dilaporkan melalui NASA Vulnerability Disclosure Policy atau VDP, dan mendapat tindak lanjut dari tim keamanan NASA.

Dalam surat tertanggal 21 Juli 2026, Abdillah mendapat apresiasi dan disebut sebagai independent security researcher. Ia menjelaskan, tautan yang sudah tidak aktif tidak sekadar menjadi persoalan karena tidak dapat diakses. Menurutnya hal itu dapat membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan berbahaya, mulai dari penipuan, phishing, hingga penyebaran virus.

Atas dasar itulah, ia memilih melaporkan temuannya melalui jalur resmi yang disediakan NASA. Celah yang ditemukan tersebut dikenal dengan istilah broken link hijacking. Laporan Abdillah selanjutnya diperiksa oleh tim keamanan NASA.

“Ketika saya menganalisis salah satu artikel NASA saya menemukan sebuah tautan media sosial yang sudah tidak aktif kemudian saya coba periksa lebih lanjut karena saya melihat ada kemungkinan celah tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” terang Abdillah.

Baca juga: Hebat! Mahasiswa UMS Unjuk Inovasi Keamanan Siber Global, Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Konferensi Black Hat Dunia

Tindak lanjut dari laporan tersebut kemudian dibuktikan melalui surat apresiasi NASA. Dalam surat itu, Abdillah mendapat pengakuan sebagai independent security researcher.

Sebelumnya, Abdillah juga mengaku telah menemukan persoalan serupa pada sejumlah aset digital milik instansi pemerintah. Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN. Bahkan, ia juga pernah menemukan tautan media sosial yang sudah tidak aktif pada salah satu aset digital milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini pun mendapat apresiasi dan perhatian khusus pihak sekolah. Plt Kepsek SMA Negeri 12 Banjarmasin, Mukhlis Takwin menyebut, bakat yang dimiliki anak didiknya itu langka menjadi motivasi sendiri untuk pengembangan diri bagi siswa lainnya. “Kami sebagai pihak sekolah cukup bangga dan terkejut, ini tidak hanya menembus nasional tapi internasional,” ungkap Mukhlis.

Keberhasilan itu juga didapatkan siswa berusia 17 tahun itu ditengah keterbatasannya. Setiap pagi, ia harus menyeberangi sungai dari rumahnya di Desa Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala untuk menuju SMA Negeri 12 Banjarmasin. Meski harus melalui perjalanan yang tidak mudah, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Abdillah untuk mengembangkan minatnya di bidang keamanan siber.
(dutatv.com)

[post-views]
Selaras