Surakarta, mu4.co.id – Monica Subastia resmi menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (PPNA) periode 2026-2030, usai hasil rapat formatur yang disampaikan Panitia Pemilihan Pusat dan kemudian disahkan dalam Sidang Pleno IV Muktamar ke-15, pada Sabtu (08/08/2026).
Monica meneruskan amanah dari Ketua Umum periode sebelumnya, Ariati Dina Puspitasari. Sebelumnya, pada pemilihan 13 formatur, ia mendapatkan suara terbanyak sebesar 725 suara. Kemudian dalam rapat formatur yang berlangsung beberapa jam usai hasil pemilihan diumumkan, ke-13 formatur terpilih memutuskan siapa yang layak untuk menjadi nakhoda organisasi perempuan muda.
Dalam pidato perdananya setelah serah terima jabatan sebagai ketua umum, Monica menegaskan bahwa amanah tersebut bukanlah sebuah piala kemenangan, melainkan tanggung jawab moral dan keumatan yang harus dijalankan bersama. Menurutnya, tanggung jawab tersebut akan terasa lebih ringan apabila seluruh kader mampu berkolaborasi untuk menjalankan amanat Muktamar ke-15.
“Saya yakin tidak ada satu pun daerah atau wilayah yang suaranya akan ditinggal. Ini adalah pilihan kita bersama,” katanya.
Baca juga: Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Rampungkan Pemilihan, Ini Daftar 13 Formatur PPNA yang Terpilih
Berangkat dari tema Muktamar ke-15, “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, Monica menyebut terdapat sejumlah isu strategis yang akan menjadi perhatian Nasyiatul ‘Aisyiyah pada periode 2026-2030. Di antaranya, kedaulatan ekonomi perempuan dan eco livelihood, perempuan dalam isu perubahan iklim dan kebencanaan, serta diaspora kader dan penguatan branding kader maupun organisasi.
“Konsep ini luar biasa besar dan mulia. Namun, pekerjaan rumah kita adalah bagaimana gerakan-gerakan nasional bisa hadir hingga ke akar rumput tanpa harus bertanya soal diksi maupun branding. Yang harus ada di akar rumput adalah aksi-aksi nyata yang hadir di tengah masyarakat dan dilakukan langsung oleh perempuan-perempuan muda,” jelasnya.
Di samping itu, Monica juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu basis gerakan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Menurutnya, keluarga yang terdiri atas perempuan, laki-laki, suami, istri, dan anak merupakan ekosistem paling kecil yang perlu diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan zaman. Ia juga mendorong Nasyiatul ‘Aisyiyah dapat menjadi trendsetter literasi bagi perempuan muda di era digital. Ia mencontohkan, Nasyiatul ‘Aisyiyah perlu menghadirkan rujukan yang dapat membantu perempuan muda memahami berbagai persoalan, mulai dari parenting hingga ekonomi digital.
Dirinya mengaitkan gerakan Nasyiatul ‘Aisyiyah dengan semangat dakwah Muhammadiyah yang diwariskan KH Ahmad Dahlan. “Bernasyiatul ‘Aisyiyah adalah bermuhammadiyah, bermuhammadiyah adalah berislam, dan berislam yang sebenar-benarnya adalah memastikan kebaikan tidak berhenti pada diri kita. Jangan biarkan Islam hanya menjadi kata-kata. Jangan biarkan ilmu hanya berhenti di kepala kita. Jangan juga biarkan kebaikan hanya berputar di antara mereka yang sudah berdaya, tetapi untuk semua lapisan agar Nasyiatul ‘Aisyiyah menjadi berdaya,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk membawa semangat tersebut hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. “Mari kita bawa obor itu ke bawah. Kita terangi yang masih gelap, kuatkan yang masih lemah, berdayakan yang masih tertinggal. Sebab tugas Nasyiatul ‘Aisyiyah bukan hanya menyalakan obor, tetapi memastikan cahaya itu sampai kepada semua umat di semesta ini. Itulah Nasyiatul ‘Aisyiyah. Itulah perempuan muda berkemajuan, itulah putri ‘Aisyiyah, itulah putri Muhammadiyah, itulah Islam berkemajuan,” kata Monica menutup pidatonya.

Diketahui sebelum aktif di Nasyiatul ‘Aisyiyah, Monica telah berkiprah di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Kader asal Magelang tersebut pernah dipercaya sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah IPM Jawa Tengah periode 2016-2018 dan Ketua Pimpinan Pusat IPM Bidang Perkaderan periode 2018-2021.
Kemudian, Monica melanjutkan kiprahnya di Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ia kemudian dipercaya memimpin Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah hingga akhirnya mendapat amanah sebagai Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah periode 2026-2030.
(mediamu.com)






![Kegiatan A Safe and Healthy Working Environment, Kamis [6/8]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2596-300x210.jpeg)








