Media Utama Terpercaya

20 Oktober 2026, 12:26
Search

Menyapa Sang Penjaga Waktu: Menjelajahi Menara Jam Tophane di Jantung Kota Bursa

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Menara jam Tophane di Bursa Turki (Foto: mu4.co.id)
Menara jam Tophane di Bursa Turki (Foto: mu4.co.id)

Bursa, mu4.co.id – Udara sejuk membelai wajah saat langkah kaki memasuki pelataran Taman Tophane, sebuah kawasan bersejarah yang bertengger anggun di Distrik Osmangazi, kota Bursa, Turki. Dari puncak bukit ini, lanskap atap-atap rumah tua khas Utsmaniyah berpadu indah dengan megahnya Gunung Uludağ di kejauhan. Namun, di antara rindangnya pepohonan dan makam-makam megah pendiri Kekaisaran Utsmaniyah (Osman Gazi dan Orhan Gazi), ada satu struktur gagah batu berpahat yang tak pernah berhenti menarik perhatian: Menara Jam Tophane.  

Saksi Bisu Era Kejayaan

Menara jam ini tidak lahir begitu saja. Awalnya, sebuah menara jam kayu sempat berdiri di lokasi ini pada masa Sultan Abdülaziz. Namun, struktur lama tersebut roboh seiring berjalannya waktu

Pembangunan menara batu yang megah seperti yang terlihat hari ini dirancang ulang dan mulai didirikan pada tanggal 2 Agustus 1904, lalu diresmikan secara megah pada 31 Agustus 1905. Pembangunannya diperintahkan langsung pada masa pemerintahan Sultan Abdülhamid II untuk memperingati 29 tahun tahta sang Sultan, bekerja sama dengan Gubernur Bursa saat itu, Reşit Mumtaz Pasha.

Baca juga: Melintasi Dua Benua Sekaligus dalam Satu Waktu: Keajaiban Berlayar di Selat Bosphorus

Kemegahan Arsitektur dan Detail Bangunan

Saat berdiri tepat di bawah menaranya dan menengadah ke atas, keindahan arsitektur batu potong (cut stone) gaya Neoklasik akhir era Utsmaniyah terasa begitu dominan.

Menara Jam Tophane (Foto: mu4.co.id)

Menara ini menjulang setinggi 33 meter dan terbagi menjadi 6 lantai yang simetris. Setiap tingkat dipisahkan oleh lis profil (cornice) yang memberikan ritme estetis sangat menawan.  

Di setiap sisinya, terdapat jendela beratap lengkung (rounded arch). Jendela di sisi selatan lantai dasar dimodifikasi menjadi pintu masuk utama. Di dalamnya terdapat tangga kayu dengan 89 anak tangga yang melingkar menuju puncaknya. 

Pada lantai paling atas, di keempat sisinya terpasang jam analog berdiameter 90 centimeter agar waktu dapat terlihat jelas dari seluruh penjuru kota.  

Tepat di atas jajaran jam, terdapat balkon kayu bermaterial besi yang mengelilingi menara.  

Secara historis, Menara Jam Tophane memiliki dua fungsi vital yaitu:
* Penunjuk Waktu Kota: Menjadi patokan waktu resmi bagi masyarakat kota Bursa.  

* Menara Pengawas Kebakaran (Fire Observation Post): Karena posisinya yang sangat tinggi dan strategis di atas bukit Tophane, menara ini digunakan oleh petugas untuk mengawasi seluruh penjuru Bursa dari ancaman bahaya kebakaran.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset Laut Merah di Jeddah Waterfront Park

Uniknya menara jam ini masih berfungsi hingga sekarang. Meskipun saat ini sudah menggunakan mekanisme elektronik akibat mesin lama yang rusak di era 1990-an, mesin jam mekanis bersejarah bertahun-tahun lalu yang berbobot sekitar 400 kg dengan lebih dari 500 komponen telah direstorasi secara penuh.
 
Kini, mekanisme jam aslinya dipajang khusus di dalam wadah kaca transparan di area menara agar pengunjung dapat melihat roda-roda giginya bekerja secara langsung. Jam ini diputar (manual winding) sekali setiap 24 jam dan loncengnya tetap berdentang menembus keheningan kota. Saat malam tiba, sistem pencahayaan modern memandikan menara ini dengan warna-warni megah yang menakjubkan.

Mesin jam kuno dipajang di dekat menara (Foto: mu4.co.id)

Duduk di bangku Taman Tophane sambil menikmati segelas teh hangat (çay) menjelang matahari terbenam, mendengar dentang lonceng dari menara setinggi 33 meter ini adalah salah satu pengalaman terbaik yang menghubungkan masa lalu kejayaan Utsmaniyah dengan dinamika kota modern Bursa.

[post-views]
Selaras