Washington, mu4.co.id – Pemerintah menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih cukup tangguh untuk menghadapi gejolak ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia tidak memerlukan dukungan pendanaan dari International Monetary Fund (IMF).
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat.
Menurut Purbaya, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih berada dalam posisi yang solid. Salah satu penopangnya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai sekitar Rp420 triliun.
Ia menjelaskan, IMF memang memiliki skema bantuan bagi negara yang membutuhkan di tengah ketidakpastian global. Namun, Indonesia dinilai masih memiliki bantalan fiskal yang cukup sehingga tidak perlu mengakses fasilitas tersebut.
Baca juga: THR ASN 2026 Cair Awal Ramadan? Ini Kata Menteri Keuangan!
“Saya tanya ke mereka apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Dia bilang IMF tidak punya otoritas melakukan hal itu, tetapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan. Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp420 triliun,” ujarnya dilansir dari CNN Indonesia, Senin (20/4).
Dalam pertemuan itu, pihak IMF juga menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu.
“Mereka agak bingung sebetulnya tadinya kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global seperti ini. Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas. Jadi, ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika ada shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi,” jelas Purbaya.
Baca juga: Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Sebagai Wakil Menteri Keuangan. Berikut Profilnya!
Ia menilai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil, di mana ekonomi nasional justru mengalami percepatan meski dihadapkan pada tekanan seperti kenaikan harga minyak dan ketidakpastian global.
Sementara itu, IMF memproyeksikan kondisi global masih akan diliputi ketidakpastian dalam waktu ke depan. Salah satu faktor utamanya adalah konflik geopolitik, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang hingga kini belum menunjukkan titik akhir.
Pemerintah pun menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi, meski secara fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk bertahan.
(CNN Indonesia)













