Jakarta, mu4.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan diambil alih Kementerian Keuangan melalui Special Mission Vehicle (SMV). Skema ini diklaim tidak langsung membebani APBN karena pembayaran utang berasal dari keuntungan SMV, bukan anggaran negara.
“Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah tidak akan membebani APBN. SMV kan juga punya untung juga kan, sebagian kita biarkan ke situ (pelunasan utang whoosh). Kira-kira begitu gambaran kasarnya,” terang Purbaya dikutip dari SindoNews, Sabtu (8/8).
Pengambilalihan utang Whoosh dilakukan melalui pengalihan 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada SMV. Proses tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026.
PT PSBI merupakan konsorsium BUMN yang sebelumnya menggarap proyek kereta cepat. Beban utang proyek yang membesar turut memengaruhi kondisi keuangan anggota konsorsium.
Adapun saham PSBI terdiri atas PT KAI 51,37 persen, PT Wijaya Karya (WIKA) 39,12 persen, PT Jasa Marga (JSMR) 8,3 persen, dan PT Perkebunan Nusantara (PN) I dengan 1,21 persen.
“Kan punya dia (saham PT PSBI) 60 persen, itu kasih ke kita (Kemenkeu), 40 persen masih ada yang lain, masih ada China. Konsorsium kasihkan saham punya dia ke saya. Itu punya kita semua nanti perusahaannya (PSBI),” jelasnya.
(SindoNews)













