Media Utama Terpercaya

9 Oktober 2026, 14:58
Search

Menelusuri Keagungan Masjid Yeşil Cami Bursa: Kilau Permata Hijau di Kota Sultan

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Masjid Yeşil Cami Bursa
Masjid Yeşil Cami Bursa [Foto: mu4.co.id]

Bursa, mu4.co.id – Melanjutkan perjalanan di kota Bursa dan singgah di depan sebuah gerbang marmer putih berukir muqarnas yang sangat megah. Udara dingin Kota Bursa yang berbisik di lereng Gunung Uludağ seolah membawa menembus lorong waktu ke abad ke-15. Di sinilah berdiri megah bangunan Yeşil Cami atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Hijau—sebuah mahakarya agung arsitektur Utsmaniyah awal yang membius pandangan sejak detik pertama.  

Jejak Sejarah dan Alasan Pendiriannya
Berada di distrik Yıldırım, Bursa, yang pernah menjadi ibu kota pertama Kesultanan Utsmaniyah, masjid ini menyimpan cerita persatuan dan kebangkitan. Didirikan atas titah Sultan Mehmed I (Çelebi), pembangunan masjid ini dimulai sekitar tahun 1419 hingga selesai pada 1421 Masehi.

Pendirian masjid ini bukan tanpa alasan. Setelah Kesultanan Utsmaniyah sempat mengalami masa-masa sulit dan perebutan kekuasaan (Interregnum Utsmaniyah), Sultan Mehmed I berhasil menyatukan kembali imperium ini. Sehingga Masjid Yeşil Cami didirikan bukan sekadar tempat sujud, melainkan simbol syukur atas pulihnya kejayaan, sekaligus pernyataan artistik bahwa era keemasan baru Utsmaniyah telah resmi dimulai. Di balik rancangannya yang revolusioner, sang sultan mempercayakannya kepada arsitek brilian, Hacı İvaz Paşa.

Masjid Yeşil Cami (Foto: mu4.co.id)

Baca juga: Menghamparkan Sajadah di Grand Mosque Bursa: Saksi Bisu Kejayaan Awal Ottoman

Menelusuri Ornamen dan Keunikan Arsitektur
Begitu melangkahkan kaki melewati ambang pintu, mata akan langsung dimanjakan oleh pendar warna hijau, pirus, dan biru tua yang mendominasi seluruh ruangan. Dari sinilah nama “Masjid Hijau” berasal.

Keunikan keramik hijau pada dinding Masjid Yeşil Cami (Foto: mu4.co.id)

Dinding-dindingnya dilapisi oleh ribuan ubin keramik (tile) dengan teknik cuerda seca (garis hitam) yang sangat rumit dan memukau.   Secara arsitektur, bangunan Yeşil Cami menggunakan denah berbentuk huruf T terbalik (inverted T-plan), sebuah inovasi khas Utsmaniyah awal yang menggabungkan fungsi masjid dengan ruang istirahat musafir (tabhane) yang ada di kiri dan kanan dari ruang induk masjid.

Keunikan paling ikonik dari masjid ini terletak pada Mihrab-nya. Setinggi hampir dua lantai, mihrab tersebut dipenuhi ukiran relief bunga, geometri, dan stalaktit marmer yang dilapisi ubin pirus berkilau emas. Di atas mihrab, terukir sebuah prasasti bertuliskan “amal-i ustādhān-i Tabrīz” (karya para master dari Tabriz), yang menandakan keterlibatan seniman-seniman jenius asal Persia dalam memperindah interior masjid ini.  

Mihrab Masjid Yeşil Cami (Foto: mu4.co.id)

Kisah di Balik Sumur Air Mancur dan Kaligrafi
Kebanyakan masjid-masjid di Turki memiliki kolam air mancur di dalam ruang masjidnya. Daya tarik di dalam ruang utama masjid ini adalah keberadaan sebuah kolam air mancur oktagonal (delapan sisi) yang terletak tepat di bawah kubah tengah.

Cerita di balik air mancur: Konon, suara gemercik air yang mengalir dari air mancur marmer ini dulunya sengaja dirancang untuk menciptakan ketenangan batin yang mendalam bagi para jemaah yang sedang berzikir atau mendengarkan ceramah. Air ini juga menjadi simbol kesegaran spiritual di tengah kemegahan interior yang hangat.  

Kolam air mancur Masjid Yeşil Cami (Foto: mu4.co.id)

Tidak kalah memukau, setiap sudut dinding dan bingkai pintu di Yeşil Cami dipenuhi oleh seni kaligrafi Islam bergaya Celi Sülus dan Naskhi karya seniman besar masa itu, Nakkaş Ali.

Tulisan-tulisan ayat suci Al-Qur’an dan Asmaul Husna di sini bukan sekadar dekorasi. Mereka disusun dengan presisi matematis yang luar biasa oleh para kaligrafer istana. Huruf-huruf berlapis emas di atas ubin pirus gelap memantulkan cahaya lampu gantung temaram, menciptakan ilusi seolah ayat-ayat tersebut melayang di udara, memberi pesan damai bagi siapapun yang menatapnya.

Masjid Yeşil Cami juga termasuk dari salah satu daftar situs warisan dunia UNESCO yang masih berdiri megah sebagai bukti sejarah kejayaan Turki Utsmaniyah.

Prasasti situs warisan dunia UNESCO (Foto: mu4.co.id)

Menatap kubah utama yang menjulang setinggi 25 meter dari dalam, menyadarkan kita betapa besar Kemaha Agungan Allah yang telah memberikan hamba-Nya kemampuan berkreasi membangun warisan sejarah yang monumental ini. Yeşil Cami bukan sekadar bangunan batu dan keramik; ia adalah mahakarya jiwa, tempat di mana seni, ketulusan spiritual, dan sejarah Utsmaniyah berpadu sempurna melintasi abad yang tetap dapat dinikmati hingga kini.  

[post-views]
Selaras