Banjarmasin, mu4.co.id – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Banjarmasin saat ini telah berakhir pada 18 Juni 2026, namun masih terdapat sekolah yang kekurangan siswa baru.
Salah satunya, SMPN 29 Banjarmasin, yang terletak di Jl. Alalak Utara, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Dari total kuota 96 siswa yang disediakan, hingga penutupan pendaftaran online masih tersisa tujuh kursi yang belum terisi. Ketua Panitia SPMB SMPN 29 Banjarmasin, Mahmudah, mengungkapkan bahwa sekolah hanya menerima 89 pendaftar dari tiga rombongan belajar (rombel) yang dibuka tahun ini.
“Jadi kami kekurangan tujuh siswa lagi saat proses SPMB online. Padahal kuota yang kita siapkan sebanyak 96 murid baru,” ujar Mahmudah.
Karena hal itu SMPN 29 Banjarmasin harus melanjutkan proses penerimaan siswa baru secara offline, berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, yang memberikan kesempatan bagi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Namun, pihak sekolah terlebih dahulu menyelesaikan tahapan daftar ulang bagi siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi, yang berlangsung pada 22 hingga 24 Juni 2026.
“Tanggal 25 Juni dibuka pendaftaran offline bagi siswa yang tertolak di sekolah pilihan pertama mereka. Setelah itu baru kami lihat lagi apakah jumlah siswa berkurang atau tetap, karena itu akan berpengaruh terhadap kuota penerimaan,” ucapnya.
Baca juga: Ombudsman Buka Posko Pengaduan SPMB dan PMBM, Cegah Pungli dan Maladministrasi
Lebih lanjut, Mahmudah menilai salah satu faktor yang menyebabkan jumlah pendaftar belum maksimal adalah semakin banyaknya pilihan sekolah di kawasan sekitar. Selain itu juga harus bersaing dengan sejumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan pondok pesantren yang berada di wilayah yang sama. Ditambah lagi, jumlah anak usia sekolah di kawasan tersebut dinilai mulai mengalami penurunan.
“Sangat wajar kalau terjadi kekurangan siswa saat pendaftaran. Jumlah anak usia sekolah memang berkurang, lalu mereka juga terbagi mendaftar ke berbagai sekolah meskipun sekarang sistemnya sudah menyesuaikan zonasi,” ucapnya.
Menariknya, sebagian besar pendaftar di SMPN 29 Banjarmasin justru berasal dari wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola). Letak sekolah yang berada di kawasan perbatasan menjadi alasan utama orang tua memilih sekolah tersebut.
“Banyak orang tua dari Batola yang memilih mendaftarkan anaknya ke sini. Alasannya karena jaraknya dianggap lebih dekat dibanding sekolah yang ada di wilayah mereka,” ujar Mahmudah.
(rri.co.id)















