Media Utama Terpercaya

27 Mei 2026, 12:33
Search

Khutbah Arafah 1447 H, Syekh Al-Hudhaifi Tekankan Pentingnya Tauhid

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Syekh Dr. Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaifi
Syekh Dr. Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaifi. [Foto: DRM News]

Arab Saudi, mu4.co.id – Jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai memadati Padang Arafah sejak pagi hari pada Selasa (26/5), bertepatan pada 9 Zulhijah 1447 H. Seluruh jemaah bersatu dalam ibadah dan tujuan yang sama.

Di tengah lautan manusia tersebut, Syekh Dr. Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaifi menyampaikan Khutbah Arafah dari mimbar Masjid Namira, Arafah. Dalam khutbahnya, ia membuka dengan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau.

Syekh Al-Hudhaifi menyampaikan bahwa persiapan terbesar menuju akhirat adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan beribadah hanya kepada-Nya. Ia mengingatkan agar umat Islam meninggalkan segala bentuk doa dan permohonan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala karena hal tersebut merupakan kesesatan.

Baca Juga: Fenomena Langka Terjadi pada Hari Arafah, Matahari Tepat di Atas Ka’bah!

Ia juga menegaskan semboyan orang beriman adalah mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Maka Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Satu, maka berserah dirilah kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk dan patuh (kepada Allah),” ujarnya dikutip pada Rabu (27/5).

Syekh Al-Hudhaifi mengatakan jutaan jemaah haji datang dari berbagai penjuru dunia ke Tanah Suci untuk mencari ridha dan pahala Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedatangan mereka ke Baitullah dan tempat-tempat suci disebut sebagai bentuk jawaban atas seruan tauhid, yakni mengesakan Allah dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

Dalam khutbah tersebut, ia juga menekankan bahwa Baitullah harus dijaga kesuciannya dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kemuliaannya. Ia menyebut ibadah haji tidak boleh diisi dengan kekacauan, perdebatan, slogan politik, maupun seruan kelompok tertentu.

Baca Juga: Idul Qurban 09: Amalan yang Dikerjakan di Hari Arafah

Menurutnya, yang harus ditunjukkan dalam pelaksanaan haji adalah ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengikuti sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, menjaga kesucian lahir dan batin, menepati janji, serta menjaga hak sesama manusia.

“Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, sungguh itu termasuk ketakwaan hati,” ucapnya.

Selain itu, Syekh Al-Hudhaifi menyampaikan bahwa ibadah haji menjadi gambaran nyata persaudaraan, saling mengenal, kerja sama, dan solidaritas antarumat Islam. Meski berbeda bahasa, warna kulit, dan berasal dari berbagai negara, seluruh jemaah tetap bersaudara dan saling mencintai.

(Fawaid Haramain)

[post-views]
Selaras