Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat pengendalian inflasi dengan memantau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok pada Selasa (14/4).
Kegiatan dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda bersama Plt Sekda Dolly Syahbana, meninjau Pasar Tradisional Kalindo dan gudang distributor di Pergudangan Basirih, serta melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan perangkat daerah terkait.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok aman dan harga tetap terkendali. Hasil pemantauan di Pasar Kalindo menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras, sementara telur turun, minyak goreng relatif stabil, dan beberapa jenis cabai mulai menurun meski masih tergolong tinggi,” jelas Sekda Dolly Syahbana dikutip dari Kalimantan Post, Rabu (15/4).
Baca Juga: Pemko Banjarmasin Dorong Revisi Perda Pajak Demi Dukung Pembangunan Daerah
Rombongan juga meninjau gudang distributor di Basirih, termasuk PT Agro Bogo Utama Banjarmasin sebagai pemasok utama pangan. Distribusinya menjangkau Banjarmasin hingga Martapura, Banjarbaru, Pelaihari, dan Kapuas.
Dolly menegaskan pentingnya kelancaran distribusi untuk menjaga stabilitas pasokan, terlebih inflasi Banjarmasin kini berada di posisi kedua tertinggi di Kalsel.
“Melalui monitoring ini, kita bisa melihat langsung perkembangan harga di lapangan dan dampaknya terhadap inflasi, sehingga langkah pengendalian bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Dolly.
Ketersediaan komoditas lokal seperti ikan haruan juga mulai langka di pasaran. Pemko Banjarmasin melalui TPID memastikan pemantauan rutin dan menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan bahan pokok bagi masyarakat.
(Kalimantan Post)












