Iran, mu4.co.id – Amerika Serikat dilaporkan mulai memperketat blokade laut terhadap Iran dengan mencegat sejumlah kapal tanker minyak di perairan strategis kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ), Jum’at (17/4), sebanyak delapan kapal tanker yang terkait dengan Iran telah dicegat oleh angkatan laut AS sejak blokade diberlakukan pada Senin lalu (13/4). Kapal-kapal tersebut disebut sedang dalam perjalanan masuk atau keluar dari pelabuhan Iran.
Dalam setiap insiden, pasukan AS menghubungi awak kapal melalui komunikasi radio dan memerintahkan mereka untuk berbalik arah. Para awak kapal dilaporkan mematuhi instruksi tersebut tanpa adanya pemeriksaan fisik.
Baca juga: AS Tegakkan Blokade, Pelabuhan Iran Diawasi Ketat
Dua kapal pertama yang dicegat diketahui berangkat dari Pelabuhan Chabahar di Teluk Oman. Operasi pencegatan dilakukan menggunakan kapal perusak Angkatan Laut AS serta didukung pesawat patroli maritim jenis P-8.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan blokade yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, menyusul kegagalan perundingan dengan Iran yang berlangsung di Pakistan pada akhir pekan lalu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade telah berjalan penuh dan efektif. Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menegaskan bahwa dalam waktu kurang dari 36 jam sejak diberlakukan, aktivitas perdagangan laut Iran praktis terhenti.
Baca juga: Negosiasi AS dan Iran Belum Capai Kesepakat. Selat Hormuz Jadi Sebab Utamanya!
“Dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diterapkan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut,” ujarnya dilansir dari detik, Jum’at (17/4).
Ia juga menyoroti bahwa sekitar 90 persen aktivitas ekonomi Iran bergantung pada jalur perdagangan laut, sehingga kebijakan ini berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian negara tersebut.
(detik, The Wall Street Journal)














