Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Luar Negeri RI kembali melanjutkan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran melalui tahap ketiga. Dalam gelombang ini, sebanyak 45 WNI berhasil difasilitasi untuk kembali ke Tanah Air.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan secara bertahap dengan dukungan KBRI Teheran dan KBRI Baku. Kedatangan para WNI dibagi dalam tiga kloter.
“Terkait evakuasi tahap ketiga untuk WNI yang berada di Iran. Jadi menyusul evakuasi tahap pertama dan kedua WNI di Iran yang telah dilakukan pada bulan Maret lalu, Kemlu beserta KBRI Baku dan KBRI Tehran telah memfasilitasi evakuasi tahap ke-3 sejumlah 45 WNI dari Iran,” ujarnya dilansir dari detik, Jum’at (17/4).
Baca juga: Demi Keamanan WNI, Sejumlah KBRI Timur Tengah Tiadakan Salat Idulfitri Bersama
Kloter pertama tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada hari Selasa, 14 April 2026 pukul 18.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Baku, Azerbaijan.
Sedangkan kloter kedua tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu, 15 April 2026, disusul kloter ketiga pada Kamis, 16 April 2026.
Selain itu, masih terdapat 13 anak buah kapal (ABK) yang sementara ditampung di Baku, Azerbaijan, sambil menunggu jadwal penerbangan lanjutan menuju Indonesia.

Baca juga: Kronologi Ledakan Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz, Tiga WNI Hilang
Setibanya di Tanah Air, para WNI akan diserahkan kepada Dinas Sosial DKI Jakarta, Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Lampung untuk kemudian difasilitasi pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Meski evakuasi terus berjalan, dilansir dari laman resmi Kemlu, Jum’at (17/4), tercatat per 7 April 2026 masih ada 281 WNI yang berada di Iran. Sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa yang terkonsentrasi di Kota Qom, sementara sisanya terdiri dari pekerja migran serta WNI yang menetap karena hubungan keluarga.
Pemerintah memastikan proses evakuasi akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta kesiapan logistik di lapangan.
(Kemlu, detik)














