Bogor, mu4.co.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Teguh Dwi Nugroho menekankan bahwa kondisi kesehatan atau kesiapan fisik jemaah menjadi syarat mutlak untuk keberangkatan ke Tanah Suci, bukan hanya kecukupan finansial.
Ia memastikan setiap jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan selamat. “Kemampuan jemaah menunaikan haji tidak hanya diukur dari kecukupan biaya. Kemampuan itu juga diukur dari kesehatan, sebab ibadah haji menuntut kekuatan fisik dan ketahanan mental dalam waktu yang panjang, di lingkungan yang berat, dan bersama jutaan manusia dari seluruh dunia,” ujar Teguh, dikutip dari kemenhaj.go.id, Rabu (07/10/2026).
Menurutnya, kesiapan kesehatan jemaah tidak dapat dibangun secara instan menjelang keberangkatan. Perlu persiapan yang dilakukan sejak awal melalui deteksi dini, pembinaan, pengendalian penyakit dan faktor risiko, serta pendampingan sesuai kondisi kesehatan jemaah. Upaya tersebut sebagai bagian dari pelindungan jemaah agar kesiapan kesehatan menjadi perhatian sejak proses persiapan di Tanah Air, bukan hanya ketika jemaah akan berangkat.
“Istithaah kesehatan tidak boleh dipandang sebagai hambatan administratif atau syarat formal. Istithaah kesehatan adalah bentuk pelindungan negara bagi jemaah. Tujuannya agar setiap tamu Allah yang kita berangkatkan mampu beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, lalu pulang dalam keadaan selamat,” kata Teguh.
Baca juga: Biaya Pelunasan Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta, Ini Rinciannya!
Hal serupa juga diungkapkan oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf. Ia mengingatkan bahwa kondisi kesehatan masih menjadi salah satu faktor penyebab calon jemaah gagal berangkat.
“Ada 345 calon jemaah haji yang sudah berada di embarkasi, tetapi tidak bisa berangkat. Tidak bisa diloloskan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan karena dinilai tidak layak kesehatannya,” ungkap Menhaj di lain kesempatan, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh calon Jemaah. Ia menjelaskan pada penyelenggaraan sebelumnya, sejumlah calon jemaah tidak dapat melunasi biaya haji akibat terkendala persyaratan kesehatan. Bahkan, terdapat jemaah yang sebelumnya dinyatakan memenuhi persyaratan, tetapi kembali dinyatakan tidak layak berangkat saat pemeriksaan di embarkasi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Menhaj mengimbau calon jemaah menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga, meningkatkan kebugaran, serta mempersiapkan fisik menghadapi suhu di Arab Saudi yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
“Tetap jaga kesehatan. Belajar berolahraga, belajar berpanas-panas seperti sekarang ini. Mudah-mudahan setelah persiapan, nanti bulan April pertengahan kita sudah mulai memberangkatkan jemaah, dan mereka benar-benar siap secara fisik,” ujarnya.














