Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan ketentuan umrah wajib untuk jemaah haji Indonesia. Aturan ini disusun untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lebih tertib, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.
Ketentuan tersebut juga telah diumumkan melalui akun resmi media sosial Kemenhaj RI, yang ditujukan tidak hanya kepada jemaah haji, tetapi juga kepada Ketua Kloter, Ketua Regu, serta petugas sektor yang bertugas mendampingi jemaah.
Dalam unggahan tersebut ditegaskan bahwa informasi lengkap mengenai teknis pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah dari Madinah ke Makkah telah tersedia secara rinci.
Baca juga: Kemenhaj Luncurkan Dashboard Haji 2026, Pantau Layanan Jemaah Kini Lebih Mudah
Berikut ketentuan umrah wajib untuk jemaah haji:
1.Umrah wajib bagi jemaah haji Gelombang 1 dari Madinah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
- Jemaah yang tiba di Makkah setelah Maghrib hingga sebelum Subuh, melaksanakan umrah wajib pada pukul 10.00 WAS.
- Jemaah yang tiba di Makkah setelah Subuh hingga sebelum Maghrib, melaksanakan umrah wajib pada pukul 22.00 WAS.
2. Bimbad Sektor di Madinah bersama petugas kloter melaksanakan bimbingan manasik umrah sebelum jemaah haji berangkat ke Makkah.
3. Ketua kloter dan Bimbad memastikan seluruh jemaah telah berniat ihram umrah di Bir Ali sebelum menuju Makkah.
4. Pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah lansia, disabilitas dan risti dimohon dilakukan tidak bersamaan dengan jemaah sehat, dan diwajibkan berkoordinasi dengan Bimbad dan Landis sektor Daker Makkah.
5. Kloter yang memiliki jemaah pengguna kursi roda lebih dari 4 orang harus menggunakan layanan bus disabilitas dan kartu kendali saat berangkat umrah wajib.












