Arafah, mu4.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mempercepat kesiapan fasilitas di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Berbagai pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah, mulai dari penambahan pendingin ruangan, distribusi kasur baru, hingga pembangunan fasilitas sanitasi yang lebih ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, mengatakan perkembangan fasilitas di lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dibanding beberapa pekan sebelumnya.
“Pada saat awal kita melakukan pengecekan, progres baru mencapai sekitar 60 persen. Namun, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya,” ujarnya dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Senin (11/5).
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Gelombang 1 Bergerak Tinggalkan Madinah, Siap Jalani Rangkaian Armuzna
Di kawasan Arafah, seluruh lorong antar-tenda kini telah dipasangi kamera pengawas atau CCTV yang aktif selama 24 jam. Sistem ini disiapkan untuk mendukung keamanan serta memudahkan pemantauan jemaah selama berada di lokasi puncak haji.
Selain itu, setiap tenda juga dilengkapi lapisan lantai tambahan di bawah karpet guna mengurangi panas dari permukaan tanah gurun. Pendingin ruangan sebanyak dua hingga tiga unit dipasang di tiap tenda agar suhu tetap nyaman bagi jemaah.
Setiap jemaah Indonesia juga dipastikan mendapatkan fasilitas berupa kasur busa baru, bantal, seprai, dan selimut.
Sementara di Mina, distribusi ribuan kasur baru mulai dilakukan secara bertahap. Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada area sanitasi yang selama ini menjadi titik kepadatan saat musim haji.
Baca juga: Air Mati di Hotel Jemaah Haji 2026 Saat Jam Shalat, PPIH Buka Suara
Untuk mengurangi antrean toilet, pihak syarikah diminta membangun urinoir khusus pria di luar bilik toilet utama. Selain itu, jalur akses dan tangga menuju toilet kini dibuat lebih ramah disabilitas.
Menurut Muftiono, pengawasan terhadap penyedia layanan dilakukan setiap hari untuk memastikan seluruh fasilitas sesuai standar dan siap digunakan sebelum jemaah bergerak menuju Armuzna.
PPIH Arab Saudi optimistis seluruh persiapan dapat rampung sesuai target sehingga jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk selama fase puncak haji berlangsung.
(Kemenhaj, CNN Indonesia)












