Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Haji dan Umrah kembali membuka seleksi mutasi masuk Batch II bagi PNS dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun lembaga nonstruktural, untuk memenuhi kebutuhan pegawai sekaligus memperkuat SDM.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho mengatakan mutasi tersebut merupakan kesempatan bagi ASN untuk ikut mengambil bagian dalam transformasi tata kelola haji dan umrah.
“Kami ingin membangun Kementerian Haji dan Umrah dengan orang-orang terbaik. Karena itu, kesempatan ini terbuka bagi ASN yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan haji dan umrah,” katanya, Rabu (26/08/2026), dilansir dari laman Kemenhaj.
Baca juga: Kemenhaj Ambil Alih 3.631 ASN Dari Kementerian Lain, Targetkan 5.000 Pegawai Rampung 2026
Adapun seleksi terbuka bagi PNS berusia maksimal 45 tahun per 1 Oktober 2026, dengan kualifikasi pendidikan sesuai jabatan, rekam kinerja minimal “Baik” selama 2 tahun terakhir, serta memenuhi ketentuan administrasi dan disiplin kepegawaian. Kemudian kemampuan Bahasa Arab aktif, lisan maupun tulisan, menjadi salah satu kriteria yang diutamakan. Selain itu, peserta juga harus siap ditempatkan di seluruh kantor Kemenhaj dan memenuhi persyaratan kesehatan serta dokumen pendukung sesuai jabatan.
Peserta yang lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti Computer Assisted Competency Test (CACT) yang mengukur kompetensi manajerial, antara lain integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, serta pengembangan diri dan orang lain. Nilai minimal Job Person Match (JPM) yang dipersyaratkan adalah 78 persen atau kategori “Cukup Optimal”.
Pendaftaran sendiri dilakukan melalui layanan ASN Karier pada platform ASN Digital dengan melengkapi profil dan dokumen pendukung melalui MyASN, yang dibuka 26 Agustus–8 September 2026, kemudian CACT 15–18 September, dan hasil akhir dijadwalkan diumumkan 26–28 September 2026.
Selanjutnya, proses mutasi dijadwalkan 28–30 September dan penerbitan SK Mutasi pada 1 Oktober 2026. Seluruh jadwal bersifat tentatif.













