Media Utama Terpercaya

30 April 2026, 20:40
Search

Kapten Kapal WNI Disandera Perompak Somalia. Begini Kronologinya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
empat WNI disandera perompak Somalia
Ilustrasi empat WNI disandera perompak Somalia. [Foto: AI/mu4.co.id]

Somalia, mu4.co.id – Empat warga negara Indonesia (WNI) masih berada dalam penyanderaan kelompok perompak di wilayah perairan Somalia setelah kapal tanker MT Honour 25 dibajak sejak Selasa, 21 April 2026. Hingga sepekan lebih berlalu, proses negosiasi pembebasan dilaporkan masih berlangsung.

Salah satu korban adalah kapten kapal, Ashari Samadikun, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ia bersama awak lainnya disergap saat kapal berlayar dari Oman menuju Somalia. Sebelum komunikasi terputus, Ashari sempat mengirim pesan suara kepada istrinya, Santi Sanaya, melalui WhatsApp pada malam kejadian sekitar pukul 19.30 WITA, mengabarkan bahwa kapal mereka tengah diserang.

Setelah itu, komunikasi terhenti. Santi mengaku tidak lagi bisa menghubungi suaminya karena seluruh perangkat komunikasi awak kapal disita oleh perompak sejak hari pertama pembajakan.

“Terus selang beberapa jam, sudah tidak aktif hpnya. Betul-betul putus komunikasiku sama dia (Ashari),” lirih perempuan 26 tahun saat ditemui di rumahnya di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Senin (27/4), dikutip dari BBC, Kamis (30/4).

Kapal tersebut membawa total 17 kru, terdiri dari empat WNI dan awak dari negara lain, yakni 11 warga Pakistan, satu Sri Lanka, dan satu India. Selain Ashari, tiga WNI lainnya adalah Adi Faizal (second officer) asal Bulukumba, Wahudinanto (chief officer) asal Pemalang, dan Fiki Mutakin dari Bogor.

Baca juga: Kemlu Evakuasi 45 WNI Dari Iran. Dilakukan Secara Bertahap!

Pada Jumat, 24 April 2026, Ashari sempat diberi kesempatan menggunakan telepon kapal untuk menghubungi pihak perusahaan dan keluarga. Dalam percakapan itu, ia menceritakan kondisi di bawah kendali kelompok bersenjata, termasuk intimidasi dengan todongan senjata yang beberapa kali dialaminya.

Dalam situasi tegang tersebut, Ashari berupaya meredakan keadaan dengan menyampaikan identitasnya sebagai Muslim kepada para perompak. Menurut penuturan istrinya, pendekatan itu sempat mendapat respons dari pelaku yang juga mengaku beragama Islam.

Komunikasi terakhir terjadi pada Ahad malam, 26 April 2026. Saat itu, Ashari menyampaikan bahwa perompak tengah bernegosiasi dengan perusahaan terkait permintaan tebusan. Ia juga meminta keluarga untuk tidak lagi menghubunginya demi menghindari risiko jika ponsel dipegang oleh pelaku.

Meski berada dalam penyanderaan, kondisi para kru dilaporkan masih dalam keadaan sehat. Mereka tetap mendapatkan makanan dan diizinkan beribadah. Namun situasi disebut dapat berubah sewaktu-waktu, terutama jika para perompak merasa terancam.

Dalam salah satu panggilan video sebelumnya, Ashari sempat menunjukkan kondisi kapal yang mengalami kerusakan akibat tembakan. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 15 orang bersenjata telah lebih dulu naik ke kapal sebelum awak menyadari adanya serangan. Kini, jumlah perompak disebut bertambah menjadi sekitar 30 orang karena kapal telah mendekati markas mereka, sekitar tiga mil dari garis pantai.

Baca juga: Kronologi Ledakan Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz, Tiga WNI Hilang

Keluarga korban mengaku sempat khawatir sejak awal keberangkatan, mengingat perairan Somalia dikenal rawan pembajakan. Namun, menurut Santi, suaminya sempat meyakinkan bahwa perjalanan akan aman meski tanpa pengawalan khusus.

Harapan kini tertuju pada pemerintah Indonesia agar dapat membantu proses pembebasan. Keluarga berharap seluruh awak, khususnya empat WNI, bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan MT Honour 25 di perairan Hafun, Somalia. Melalui perwakilannya, KBRI Nairobi terus menjalin koordinasi intensif dengan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pihak terkait di Somalia.

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” kata Heni dilansir dari Antara, Kamis (30/4).

Pemerintah menegaskan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengutamakan keselamatan seluruh awak kapal, termasuk empat WNI yang masih berada dalam penyanderaan.

(fin.co.id, BBC, Antara)

[post-views]
Selaras