Banjarmasin, mu4.co.id – PAM Bandarmasih kembali menghentikan operasional Intake Sungai Bilu karena tingginya kadar garam dinilai tidak memungkinkan air baku untuk diolah, pada Ahad (23/08/2026) pagi.
Direktur PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan keputusan menutup intake dilakukan karena kadar garam telah berada pada level yang terlalu tinggi untuk memungkinkan air baku diproses. Diketahui kadar garam di sumber air baku tersebut pada pukul 07.00 Wita sempat melonjak hingga 4.690 ppm.
“Mulai pukul 07.00 pagi ini sudah ditutup total. Pukul 07.00 sampai 09.00 tadi kadar garam sangat tinggi, jadi terpaksa kami off-kan dulu,” ujar Zulbadi, Ahad (23/08/2026).
Tingginya kadar garam di Sungai Bilu berkaitan dengan semakin kuatnya intrusi air laut selama musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan pengambilan air baku tidak dapat dilakukan secara normal.
Penghentian Intake Sungai Bilu paling berdampak terhadap wilayah yang selama ini memperoleh pasokan dari IPA 1, terutama Kecamatan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat. Dampak tersebut terutama dirasakan pelanggan yang berada di kawasan ujung jaringan, termasuk wilayah Alalak.
Baca juga: Sempat Mendekati Normal, Kadar Garam Sungai Bilu Kembali Melonjak. Ini Waktu Terbaik Menampung Air!
Untuk mengurangi dampak gangguan, PAM Bandarmasih pun berupaya mengakomodasi kebutuhan air baku IPA 1 melalui transfer dari IPA 2. Selain itu, PAM Bandarmasih juga menerapkan metode mixing atau pencampuran air baku untuk menurunkan kadar garam dari Intake Sungai Bilu agar masih dapat memenuhi persyaratan pengolahan.
Tim produksi juga disiagakan selama 24 jam untuk memantau perubahan kadar garam di Sungai Bilu. Jika kadar garam turun hingga berada pada kondisi yang memungkinkan untuk diolah, operasional intake akan kembali dijalankan. Zulbadi mengatakan langkah penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari upaya PAM Bandarmasih menjaga kualitas air yang diterima masyarakat.
“Kami memahami bahwa kondisi ini sangat berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan. Namun, kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
Pihaknya pun mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan air selama kondisi tersebut berlangsung. Penurunan debit air baku berpotensi memengaruhi kontinuitas distribusi, khususnya bagi pelanggan yang berada di wilayah ujung jaringan.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Tim terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan pelayanan secepat mungkin,” tandas Zulbadi.
(habardigital.com)













