Pontianak, mu4.co.id – Militer Jepang menyiapkan bantuan armada udara dan personel untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) menerjunkan Japan Disaster Relief Self-Defense Forces Unit dengan membawa tiga helikopter angkut CH-47 yang diangkut menggunakan kapal angkut JS Kunisaki milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang. Misi kemanusiaan ini direncanakan berlangsung selama 21 hari.
Sebelum operasi pemadaman dimulai, personel militer Jepang bersama TNI meninjau kesiapan Asrama Haji Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (31/8/2026). Fasilitas yang berlokasi di Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan ini disurvei untuk memastikan kesiapan kamar, aula, hingga lingkungan sekitar sebagai tempat tinggal bagi sekitar 180 personel Jepang.
Pemanfaatan fasilitas ini memperluas peran Asrama Haji Pontianak di luar pelayanan ibadah. “Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan Asrama Haji Pontianak tidak hanya mendukung pelayanan haji dan umrah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” tulis Kemenhaj Kalbar dilansir dari akun Instagram resminya, Selasa (1/9/2026).
Sebelumnya, fasilitas Asrama Haji Pontianak juga telah dimanfaatkan oleh ratusan aparat dalam penanganan karhutla di Kalbar. Tercatat sebanyak 120 personel TNI Angkatan Laut pernah menempatinya selama delapan hari, diikuti 300 personel TNI Angkatan Darat dari Mabes TNI, serta 104 personel Brimob.
Guna mempercepat penanggulangan bencana yang menjadi prioritas nasional, pemerintah Indonesia turut membuka akses bagi 35 pesawat asing. “Misi tersebut melibatkan tiga helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force dan kapal angkut JS Kunisaki,” kata Kemenhaj Kalbar. Langkah penerbitan izin oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara ini diambil mengingat keterbatasan sarana pemadaman udara di dalam negeri.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap percepatan pemadaman karhutla melalui kemudahan izin tersebut. “Pada intinya kita akan selalu mendukung apa yang menjadi prioritas. Seperti penanganan kebakaran ini kan menjadi prioritas utama pada saat ini. Dalam jangka pendek ini juga harus segera dipadamkan,” kata Dudy, dikutip dari Antara, Rabu (2/9/2026).












