Media Utama Terpercaya

11 September 2026, 09:54
Search

ISPU Masih Sangat Tidak Sehat, PJJ Sekolah di Banjarmasin Kembali Diperpanjang

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
PJJ
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Arif R Prasetyo [Foto: Antara]

Banjarmasin, mu4.co.id – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memutuskan kembali melanjutkan pelaksanaan belajar jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP di bawah kewenangan pemerintah kota untuk kembali PJJ.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Arif R Prasetyo menilai kebijakan itu dilakukan karena laporan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah tersebut masih dalam kategori sangat tidak sehat.

“Per 9 September 2026 ini sesuai data kualitas udara di wilayah Banjarmasin di angka 298 yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat dan mendekati level berbahaya. Kita perpanjang hingga tiga hari ke depan lagi,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (09/09/2026).

Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran tatap muka dialihkan penuh ke PJJ akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari 7-9 September 2026, dan kini dilanjutkan hingga 12 September 2026.

Baca juga: Pemko Banjarmasin Terapkan Sekolah Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Karhutla!

Lebih lanjut menurut Arif, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang tergabung dalam Satgas Dampak Karhutla mengambil langkah tegas ini karena mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan pendidikan di daerah terdampak karhutla, sistem pembelajaran tatap muka dialihkan penuh ke PJJ.

“Keputusan ini diambil setelah pantauan ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan lonjakan signifikan sejak pagi hari hingga menyentuh angka 298 di Kota Banjarmasin,” tambahnya.

Meski demikian,  kebijakan tersebut akan dievaluasi lagi ke depannya seiring kondisi kabut asap menyelimuti kota ini. Pihak Dinas Pendidikan pun mengimbau kepada para siswa bahwa masa PJJ ini bukanlah libur sekolah. Kehadiran dan proses belajar tetap dipantau secara daring. Para guru juga diminta untuk memberikan materi yang tidak membebani murid dengan berfokus pada literasi, numerasi, dan penguatan karakter selama kondisi cuaca belum kondusif.

Di samping itu, masyarakat khususnya anak-anak juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta selalu menggunakan masker guna mengantisipasi gangguan pernapasan.

[post-views]
Selaras