Media Utama Terpercaya

27 Mei 2026, 17:47
Search

Idul Qurban 10: Tuntunan Sunnah di Hari Idul Adha

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Hari Raya Idul Adha
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha. [Foto: AI/mu4.co.id]

Idul Qurban, Edisi 10 Dzulhijjah 1447 H

Banjarmasin, mu4.co.id – Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momentum besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan penyembelihan hewan kurban, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada hari raya tersebut.

Salah satu sunnah yang dianjurkan adalah memperbanyak takbir sejak Subuh hari Arafah hingga Ashar pada hari ketiga Tasyrik atau 13 Dzulhijjah. Dalam riwayat Imam al-Bukhari disebutkan bahwa para sahabat mengumandangkan takbir di Mina hingga suasana dipenuhi gema takbir.

وَكَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُكَبِّرُ فِي قُبَّتِهِ بِمِنًى فَيَسْمَعُهُ أَهْلُ الْمَسْجِدِ فَيُكَبِّرُونَ وَيُكَبِّرُ أَهْلُ الْأَسْوَاقِ حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيرًا
[رواه البخاري]

Artinya: “Umar radhiyallahu ‘anhu bertakbir di kemahnya di Mina, lalu orang-orang di masjid mendengarnya dan ikut bertakbir. Orang-orang di pasar juga bertakbir hingga Mina bergemuruh dengan takbir.” (HR. al-Bukhari).

Baca juga: Idul Qurban 09: Amalan yang Dikerjakan di Hari Arafah

Lafaz takbir yang biasa dibaca para sahabat juga diriwayatkan dalam hadis Ibnu Abi Syaibah:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Selain memperbanyak takbir, umat Islam juga dianjurkan mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, dan menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Dalam hadis riwayat al-Hakim disebutkan:

عَنْ زَيْدِ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ وَأَنْ نَتَطَيَّبَ بِأَجْوَدِ مَا نَجِدُ
[رواه الحاكم]

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami miliki dan memakai wangi-wangian terbaik.” (HR. al-Hakim).

Berbeda dengan Idul Fitri, pada Hari Raya Idul Adha umat Islam dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Id. Hal ini berdasarkan hadis riwayat at-Tirmidzi:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ [رواه الترمذي]

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, sedangkan pada hari Idul Adha beliau tidak makan sampai selesai salat.” (HR. at-Tirmidzi).

Baca juga: Idul Qurban 08: Keutamaan Hari Arafah, Saat Allah Membanggakan Hamba-Nya

Pelaksanaan salat Idul Adha sendiri dilakukan sebanyak dua rakaat tanpa azan dan iqamah. Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua lima kali takbir tambahan setelah bangkit dari sujud.

Ulama Ibn Qayyim al-Jauziyah juga menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam biasa mempercepat pelaksanaan salat Idul Adha agar umat Islam dapat segera melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan mulai setelah salat Idul Adha hingga akhir hari Tasyrik pada 13 Dzulhijjah.

Hari Raya Idul Adha tidak hanya menjadi momentum ibadah ritual semata, tetapi juga mengajarkan nilai kepatuhan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, keikhlasan berkorban, serta kepedulian sosial kepada sesama manusia. Wallahu a’lam Bisawwab.

Dengarkan Program Idul Qurban, setiap hari hanya di Radio Suara Al Jihad Banjarmasin, FM 105,1 Megaherzt.

[post-views]
Selaras