Media Utama Terpercaya

15 April 2026, 23:11
Search

Haji 1447H Lebih Ramah Lansia, Kemenhaj Perketat Istithaah dan Terapkan Skema Murur–Tanazul

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kemenhaj Perketat Istithaah dan Terapkan Skema Murur–Tanazul
Kemenhaj Perketat Istithaah dan Terapkan Skema Murur–Tanazul [Foto: bpkh.go.id]

Makkah, mu4.co.id – Dalam penyelenggaraan Haji 1447 H, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk melindungi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah risiko tinggi (risti) melalui penguatan istithaah kesehatan serta optimalisasi skema Tanazul dan Murur.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, perlindungan tersebut harus dimulai sejak tahap persiapan di Tanah Air melalui penguatan istithaah kesehatan, bukan sekadar sebagai syarat administratif, tetapi sebagai instrumen keselamatan.

“Perlindungan jemaah, khususnya lansia dan risti, adalah prioritas utama kami pada penyelenggaraan haji tahun ini,” tegas Menhaj dilansir dari laman haji.go.id (16/02/2026).

“Istithaah kesehatan adalah fondasi utama. Kita ingin memastikan jemaah yang berangkat benar-benar siap secara fisik, terkontrol penyakit penyertanya, serta memahami risiko perjalanan ibadah,” lanjutnya.

Pemerintah pun memperketat skrining kesehatan, pengawasan komorbid, serta edukasi kebugaran bagi calon jemaah, guna menekan angka jemaah risiko tinggi sebelum keberangkatan.

Baca juga: Biaya Avtur Naik, Kemenhaj Minta Persetujuan Tambahan Dana Haji Rp1,77 Triliun

Di samping itu, Indonesia juga menekankan optimalisasi skema Murur dan Tanazul sebagai langkah strategis menekan kelelahan ekstrem dan kepadatan. Skema Murur memungkinkan lansia dan jemaah risti melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus, sehingga mengurangi beban fisik dan risiko gangguan kesehatan. Sementara skema Tanazul memberi opsi sebagian jemaah kembali lebih awal ke hotel setelah melontar jumrah guna mengurangi kepadatan tenda Mina.

Selain itu, Indonesia juga mengusulkan kesiapsiagaan dukungan medis di jalur menuju Jamarat guna mempercepat respons dalam kondisi darurat saat puncak lempar jumrah.

“Kita ingin menggeser pendekatan dari reaktif menjadi preventif. Jangan menunggu jemaah sakit, tetapi pastikan mereka tetap sehat selama menjalankan ibadah,” pungkasnya.

Melalui penguatan istithaah kesehatan tersebut penyelenggaraan Haji 1447 H diharapkan akan berlangsung lebih tertib, aman, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan jemaah.

[post-views]
Selaras