Jakarta, mu4.co.id – Donald Trump telah menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak berlaku lagi, pada Rabu (08/07/2026).
“Sejauh yang saya ketahui, ini (gencatan senjata) sudah berakhir,” kata Trump pada KTT NATO di Ankara, Turki.
Hal tersebut diungkapkan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menuduh Amerika Serikat melanggar perjanjian gencatan senjata. “Hanya ada kepatuhan timbal balik,” tulisnya di X pada hari Jumat.
Pada Ahad (12/07/2026), negosiator utama Iran Mohammad Baqer Qalibaf memposting di X: “Era kesepakatan sepihak telah BERAKHIR. Kami sudah memberi tahu Anda: tepati janjimu atau tanggung akibatnya. Kenyataan telah tiba.”
Baca juga: Israel Serang Lebanon Ditengah Perundingan Iran-AS, Akankah Selat Hormuz Ditutup Kembali?
Pasukan AS dan Iran pun saling melancarkan serangan rudal dan drone berat dengan Teheran pada Ahad, yang menargetkan fasilitas militer AS di negara-negara di seberang Teluk. Iran juga kembali menutup Selat Hormuz yang vital.
“Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga berakhirnya campur tangan AS di wilayah ini,” kata Garda Revolusi Iran seperti dilansir Reuters.
Sementara itu, AS mencabut izin penjualan minyak mentah Iran pada hari Selasa setelah kapal tanker komersial Qatar dan Saudi diserang awal pekan ini, yang memicu serangkaian serangan balasan antara AS dan Iran.
Serangan itupun menggoyahkan stabilitas Teluk, sementara blokade efektif Iran terhadap selat tersebut telah menyebabkan harga energi melonjak, dan memicu inflasi global.
(kontan.co.id, detik.com)


![Perdana Menteri [PM] India Narendra Modi dan PM Australia Anthony Albanese](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_1229-300x170.jpeg)











