Filipina, mu4.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Filipina Selatan. Guncangan hebat meruntuhkan bangunan dan merusak infrastruktur penting di Kota General Santos, Senin (08/06/2026).
AFP pada Selasa (09/06/2026) melaporkan, gempa dahsyat yang melanda lepas pantai pulau Mindanao tersebut menyebabkan lebih dari 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana ini, belasan orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu sebanyak 134 orang dipastikan mengalami luka-luka.
Tidak hanya itu, akibat gempa tersebut, tsunami dengan ketinggian gelombang hingga 0,75 meter juga terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Baca juga: Gelombang Tsunami Terpantau di Lima Wilayah Pasca Gempa Sulawesi Utara. Dimana Saja?
Berdasarkan akun X BMKG, Senin (08/06/2026), tsunami tercatat di 7 wilayah Indonesia. Awalnya tsunami terjadi di 3 wilayah, yaitu Kedi Maluku Utara, Ulu Sia dan Melonguane. Untuk di Kedi, ketinggian tsunami mencapai 0,09 meter, Ulu Sia 0,18 meter dan Melonguane 0,19 meter.
“Telah terdeteksi di Kedi Maluku Utara (07:20WIB) 0,09 m, Ulu Siau (07:27WIB) 0,18 m, Melonguane (07:27WIB) 0,19 m #BMKG,” tulis BMKG.
Terbaru, BMKG melaporkan Tsunami terjadi di 4 wilayah, yaitu, Tahuna Sulawesi Utara, Paleleh Sulawesi Tengah, Tanjung Sidupa Sulawesi Utara dan Talengan, Sulawesi Utara. Tsunami di Tahuna mencapai 0,30 meter, Peleleh 0,45 meter, Tajung Sidupa 0,32 meter dan Talengan 0,75 meter.
“Tsunami akibat Gmp Mag:7,7 SR, terdeteksi di Tahuna (06:58WIB) 0,30 m, Paleleh (07:34WIB) 0,45 m, Tanjung Sidupa (07:39WIB) 0,32 m, Talengan (08:20WIB) 0,75 m BMKG,” tulis BMKG.
(detik.com, cnbcindonesia.com)













