Bali, mu4.co.id – Film pendek karya sineas muda asal Kalimantan Utara, Mizam Fadhilah Ananda, yang berjudul “The Lost Forest” berhasil menembus ajang Bali International Film Festival (Balinale) dan dijadwalkan tayang pada 6 Juni 2026 mendatang.
Balinale sendiri merupakan sebuah festival film internasional tahunan bergengsi yang diselenggarakan di Bali, dan film ini terpilih menjadi bagian dari Official Selection dan diputar pada perhelatan yang berlangsung di Sanur, Bali.
Ajang ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi para sineas, penonton, dan pelaku industri kreatif, serta menjadi pintu bagi pembuat film lokal menuju penghargaan internasional seperti Academy Awards (Oscar).
Baca juga: Aparat Bubar Paksa Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Sejumlah Daerah, DPR hingga Menteri HAM Angkat Bicara!
Adapun film The Lost Forest ini mengisahkan tentang Uli, seorang anak dari komunitas adat Punan di pedalaman hutan Kalimantan (Borneo). Ia dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan kepercayaan leluhur dan menerima realitas baru yang mengubah pandangannya terhadap identitasnya.
Keberhasilan film ini pun membuktikan bahwa cerita lokal masyarakat adat pedalaman memiliki daya tarik universal dan layak diapresiasi di panggung internasional.
Di samping itu, keberhasilan The Lost Forest ini juga menjadi bukti bahwa cerita-cerita lokal dari pedalaman Borneo memiliki daya tarik universal dan mampu mendapat ruang di panggung perfilman internasional.













![International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases [ISPPD] 2026](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260601-WA0005-300x169.jpg)

